
Ade Komaruddin
JawaPos.com - Nama politikus Partai Golkar, Ade Komarudin ikut terseret dan diduga ikut terlibat dalam korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP.
Saat dikonfirmasi, Ade mengaku tidak pernah menerima uang dari proyek yang diduga telah merugikan negara Rp 2,3 triliun itu. Apalagi meminta uang dari mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemedagri, Irman.
"Saya tidak pernah menerima uang, saya sudah klarifikiasi kepada KPK," ujar pria yang akrab disapa Akom dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (9/3).
Pada saat ketika dimintai keterangan oleh KPK, Akom mengaku tidak ada pertanyaan lebih lanjut menyangkut mengenal atau tidaknya kepada Irman pada saat itu.
Karenanya, dakwaan yang dibacakan oleh jaksa diduga hanya hanya berdasarkan dari keterangan sepihak oleh Irman.
Menurut mantan Ketua DPR ini, dirinya sejak awal tidak terlibat baik dalam hal perencanaan sampai dengan penentuan anggaran dan pelaksanaan proyek e-KTP.
Dia mengatakan bahwa kapasitas dirinya pada saat itu hanya sebagai Sekretaris Fraksi bukan Ketua Fraksi, dan bukan juga sebagai Pimpinan atau Anggota Komisi II.
"Saya tidak menerima uang dari hasil proyek e-KTP," katanya.
Namun kendati demikian, Akom mengaku menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di KPK, meminta kasus itu diselesaikan sampai tuntas.
"Dan mari kita ikuti perkembangan persidangan secara seksama," pungkasnya.
Dalam kasus ini dugaan korupsi e-KTP yang telah merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun itu, lembaga yang dikepalai oleh Agus Rahardjo ini baru menetapkan dua tersangka dari pihak eksekutif.
Keduanya adalah mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri (Kemedagri) sekaligus pejabat pembuat komitmen, Sugiharto, dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemedagri, Irman.(cr2/JPG)
Dan berikut ini daftar penerima aliran dana proyek e-KTP dalam surat dakwaan.
1. Gamawan Fauzi USD 4,5 juta dan Rp 50 juta
2. Diah Anggraini USD 2,7 juta dan Rp 22,5 juta

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
