
Ibu dari Siti Aisyah, Benah (kiri) menujukkan foto Siti Aisyah di rumahnya, Kp. Ranca Sumur, Pabuaran, Serang (Jumat (17/2/2017)
JawaPos.com - Mala, 25, kakak ipar Siti Aisyah, mengatakan bahwa tersangka pembunuhan Kim Jong-nam di Malaysia itu adalah dia perempuan baik. Menurut Mala, Aisyah sebenarnya menetap di Batam untuk berjualan pakaian. Namun, dia juga punya pekerjaan sampingan sebagai talent acara televisi prank (semacam acara menjahili orang). Orang yang mempekerjakan dia diceritakan sebagai orang Jepang.
"Dia sering curhat ke saya. Dalam syuting acara itu, dia harus megang pipi orang, terus berlalu gitu aja. Dandanannya juga kayak orang gila. Makanya sering diteriakin orang gila," ujarnya.
Anehnya, Aisyah sampai saat ini belum pernah menunjukkan video rekaman programnya itu kepada anggota keluarganya. Dia menceritakan, sang produser asal Jepang tak mau menunjukkan video hasil rekaman program prank ke Aisyah.
"Kalau bayarannya, saya juga tidak tahu. Pokoknya tahu kalau dia memang kerja itu dan cerita kalau mau ke Malaysia untuk syuting acara seperti itu lagi," jelasnya.
Program televisi prank juga menjadi alasan Doan Thi Huong ketika diperiksa Polisi Diraja Malaysia. Dia bersama Aisyah mengaku disuruh empat pria untuk menyiramkan cairan ke wajah Jong-nam. Ternyata siraman itu berujung kematian sang kakak Kim Jong-un.
Mala juga menegaskan, Aisyah tak pernah menceritakan pasangan barunya. Dia percaya Aisyah memang masih berstatus janda tanpa ada suami baru.
Jawa Pos juga menemui Orang tua Aisyah di Kampung Ranca Sumur, Pabuaran, Ciomas, Serang, Banten, sangat shock atas kasus yang membelit anaknya. Orang tua Aisyah, Asria, 56, dan Benah, 50, masih belum percaya anak bungsunya tersebut terlibat kasus pembunuhan sebesar itu.
"Pokoknya, saya minta pemerintah selametin anak saya. Dia itu korban, bukan penjahat," ujar Benah.
Saat malam berlanjut, perwakilan Kementerian Luar Negeri Rahmat Indiarta pun datang ke rumah. Namun, dia cuma berkomentar sedikit. "Ya, sudah sesuai prosedur kalau ada WNI yang mengalami masalah di luar negeri, kami tentu berbicara dengan keluarga," ungkapnya.
Sementara itu, Kabaghumas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Agung Sampurno mengungkapkan, Aisyah sering bepergian ke luar negeri. Itu didapati dari paspor atas nama Siti Aisyah yang telah diserahkan Polisi Diraja Malaysia ke atase imigrasi KBRI Kuala Lumpur kemarin (17/2). Otoritas keamanan yang menangani kasus itu ingin memastikan keaslian paspor tersebut dengan meminta bantuan pemerintah Indonesia. "Setelah salat Jumat (waktu Malaysia), polisi Malaysia datang ke KBRI KL untuk validasi paspor," ujarnya.
Agung membeberkan, dari fisik paspor yang dilaporkan atase imigrasi KBRI KL, Aisyah aktif melakukan perjalanan ke luar negeri sejak 2014. Hal itu diketahui dari stempel di paspor Aisyah. "Jika benar (paspor) itu asli, Siti Aisyah aktif traveling dan selalu menggunakan jalur Batam," terang mantan kepala Kantor Imigrasi Bengkalis, Riau, tersebut. (byu/bay/bil/ang)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
