
Ilustrasi
JawaPos.com - Komisi I menggelar rapat kerja dengan Menteri Pertahanan, Menteri Luar Negeri, Panglima TNI, dan Kepala Badan Intelijen Negara hari ini, Kamis (26/1). Fokusnya, mereka akan membahas evaluasi penggunan anggaran 2016 sekaligus untuk evaluasi program 2016.
"Setelah itu dilanjutkan rencana kerja 2017," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Asril Hamzah Tanjung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/1).
Namun, dia tidak menampik akan dibahas pula beragam persoalan yang ada. Tentunya, berkaitan dengan tugas mitra-mitranya itu.
Salah satunya yang paling dibahas yakni dugaan penyelundupan senjata terhadap pasukan perdamaian Indonesia di Sudan. "Yang menonjol adalah kejadian di Sudan. Mungkin nanti akan ada yang bertanya. Karena itu berkaitan dengan tugasnya TNI, Menhan, Menlu dan BIN," tegasnya.
Soal kasus itu, Asril menjelaskan bahwa dugaan penyelundupan senjata dilayangkan otoritas Sudan ketika pasukan perdamaian Indonesia dari unsur TNI dan Polri yang tergabung dalam UNAMID hendak kembali ke tanah air. Ternyata, dalam pemeriksaan barang-barang itu ada barang yang berisi senjata. "Seolah-olah anggota kita dituduh menyelundupkan senjata," ujarnya dari informasi yang didapat komisi I DPR.
Kata politikus Partai Gerindra itu, senjata yang disita otoritas Sudan yakni senjata laras panjang AK-47. Senjata tersebut bukanlah senjata buatan Indonesia. "Berarti itu bukan senjata kita," tegasnya.
Lagipula, Asril yang juga mantan ketua kontingen UN Nation untuk Kamboja pada 1993 itu meyakini tidak mungkin pasukan perdamaian Indonesia menyelundupkan senjata. Sebab sebelum kembali ke tanah air, pengecekan dilakukan sangat ketat sejak di Basecamp hingga bandara.
"Di bandara kita nggak boleh pegang senjata karena mau naek pesawat. Paling diperiksa lagi ransel kita, barang-barang kita, nggak ada kita bawa senjata lagi," tutur dia.
Pihak TNI pun membantah adanya ketetlibatan pasukannya. Begitu juga Polri yang langsung mengirim tim penyelidikan ke sana dan DPR pun sudah meminta Menlu untuk bisa berkoorinasi dengan pemerintah Sudan.
Karenanya, dia menduga ada sabotase terhadap pasukan perdamaian Indonesia. "Mungkin ada sabotase, mungkin ada yang ingin memalukan kita. Atau ada yang ingin menumpang perahu ke hilir," pungkasnya. (dna/JPG)

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
