
Ilustrasi
JawaPos.com - Ahli dari Puslabfor Bareskrim Polri menyebut bom panci yang ditemukan di Bintara Jaya 8 Bekasi Barat, Kota Bekasi Sabtu (10/12) sangat sensitif. Bahkan bom itu dikategorikan primer high explosive (berdaya ledak tinggi).
"High Explosive ada dua yakni sekunder dan primer. Yang di Bekasi primer dan itu sensitif, yang sekunder itu tidak terlalu sensitif. Artinya bisa disimpan, bisa dibakar pakai korek tidak meleleh. Kalau ini (bom panci) kena goncangan, gesek saja sedikit langsung meledak," kata perwakilan dari Puslabfor, Kompol Jack di Mabes Polri, Kamis (15/12).
Dengan alasan sensitifitas bom tersebut, maka tim penjinak bom akhirnya memutuskan untuk mengurai bom itu di lokasi.
"Dengan alasan keamaan saya pikir harus didisposal karena untuk menghindari adanya korban jiwa," katanya.
Bom tersebut, terang Jack postif menggunakan TATP (triacetone triperoxide) dengan kecepatan rambat ledakan (velocity of detonation) sekira 5300 meter per detik. (elf/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
