Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Oktober 2015 | 19.18 WIB

Salim Kancil Dibunuh, Dewan Bentuk Pansus

Aliansi Mahasiswa Peduli Kemanusian (AMPK) Universitas Muhammadiyah Surabaya melakukan aksi teatrikal saat demontrasi di depan Polda Jatim, Surabaya, menggambarkan peristiwa pembunuhan Salim Kancil aktifis di Lumajang penolak penambangan pasir. - Image

Aliansi Mahasiswa Peduli Kemanusian (AMPK) Universitas Muhammadiyah Surabaya melakukan aksi teatrikal saat demontrasi di depan Polda Jatim, Surabaya, menggambarkan peristiwa pembunuhan Salim Kancil aktifis di Lumajang penolak penambangan pasir.

JawaPos.com SURABAYA - DPRD Jatim akan membentuk panitia khusus (pansus) untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan dan pembunuhan dua aktivis antitambang asal Lumajang, Salim Kancil dan Tosan.



Meski bukan lembaga yang memiliki perangkat hukum, dewan yakin bahwa pansus akan mampu mencari dalang atau otak intelektual di balik kasus yang meresahkan warga sekitar tersebut.



”Persoalan  di  Lumajang  ini  sangat kompleks.  Terlepas  dari  polda  yang menarik kasus ini ke Jatim, kami akan tetap memberikan pendampingan bagi warga  yang  menjadi  korban  dan membentuk  pansus,”  tegas  Ketua Komisi A DPRD Jatim Fredy Purnomo seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Jumat (3/10).



Fredy  menjelaskan  bahwa  pansus yang diprakarsai komisi A itu dibentuk setelah  diadakan  pertemuan dengan warga korban penambangan pasir ilegal di Desa Selok Awar Awar, Pasirian, Lumajang, serta setelah bertemu dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  Jatim,  Badan  Lingkungan Hidup (BLH), dan beberapa LBH lingkungan, anak-anak, dan hukum.



Pansus yang akan dibentuk beranggota  lintas  komisi  di  DPRD  Jatim. Sebab, kasus itu menimbulkan banyak dampak. Di antaranya, traumatis warga  dan  anak-anak  serta  kondisi  masyarakat  di  lokasi  pembunuhan  di Desa  Selok  Awar Awar  yang  tidak kondusif sampai sekarang.



Dengan adanya pansus, Fredy mengharapkan, kasus itu akan tuntas serta terlihat  siapa  dalang  dan  otak  intelektual  di  baliknya.  Pansus  berjanji tetap  mengawal  sampai  semua  pihak yang terlibat diungkap dan ditangkap.



Meskipun  demikian,  kemungkinan kasus  tersebut  melibatkan  beberapa oknum,  seperti  pihak  kepolisian, pemerintahan, bahkan anggota DPRD setempat. (sar/ayu/jay/awa/jpg)

Editor: Arwan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore