Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 April 2018 | 01.52 WIB

Fredrich Yunadi Sempat Rencanakan Kirim Hantu Gunung Agar Setnov Gila

Fredrich Yunadi usai menjalani sidang perdana kasus yang melilitnya di ruang sidang PN. Tipikor Jakarta Kamis (8/2) - Image

Fredrich Yunadi usai menjalani sidang perdana kasus yang melilitnya di ruang sidang PN. Tipikor Jakarta Kamis (8/2)

JawaPos.com - Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi sempat ingin membuat mantan Ketua DPR Setya Novanto menjadi gila saat menjalani persidangan perkara korupsi proyek e-KTP, dengan cara mengirimkan hantu gunung.


Skenario tersebut dibicarakan mantan kuasa hukum Setnov, Fredrich Yunadi dengan seorang bernama Viktor melalui sambungan telepon, pada 18 Desember 2017 lalu.


Percakapan antara Fredrich dan Viktor diputar jaksa KPK dalam sidang lanjutan terdakwa merintangi penyidikan korupsi e-KTP, dokter Bimanesh Sutarjo, di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (27/4).


"Pak Setnov. Ya itu kan dianggap orang bermain-main, berpura-pura itu. Kalau mau ada teman saya dia jago, dia jadi kalau sidang dibikin gila. Dokter periksa dia gila. nanti itu dia gila, bisa dia. (Ada) di Bangka nih," kata seorang bernama Viktor kepada Fredrich dalam percakapan yang didengarkan di ruang sidang.


Dari percakapan tersebut, Fredrich tampak menanggapinya. Namun, terdengar Viktor yang lebih mendominasi pembicaraan. Viktor kemudian melanjutkan tawarannya itu.


"Nah, kemarin saya bilang, kamu yakin, yakin saya kirim hantu gunung, nanti pas diperiksa gila. Saya kasihan juga orang sudah kaya gitu, terlepas dia salah, tapi kan jangan perlakukan orang udah kaya ini," tutur Viktor kepada Fredrich.


"Iya seperti binatang itu kan," timpal Fredrich.


"Saya kemanusiaan aja lah saya lihat. Istri saya juga marah-marah, enggak lah saya kasihan, kita manusiawi. Saya lagi cari bagaimana ke dia, kalau dia mau, kita buktiin," lanjut pembicaraan Viktor dengan Fredrich.


"Haha. Kita bicarakan," jawab Fredrich menimpali.


Masih dalam percakapan yang sama, Viktor mengaku sempat menghubungi istri Firman Wijaya, salah satu kuasa hukum Novanto, untuk menawarkan rencananya mengirimkan hantu gunung. Namun, Fredrich menyebut Firman tak dekat dengan keluarga Novanto.


"Dia enggak dekat. Firman kan pura-pura jadi anak buahnya Maqdir," kata Fredrich dalam percakapan dengan Viktor.


Kemudian, Viktor menanyakan alasan Fredrich mundur menjadi kuasa hukum Novanto. Fredrich menuturkan dirinya mundur karena tak suka dengan Maqdir Ismail, yang bergabung menjadi kuasa hukum Novanto menjelang sidang perdana pada 13 Desember 2017.


"Saya enggak suka sama Maqdir," tutur Fredrich menjawab pertanyaan Viktor.


Kemudian Viktor kembali membicarakan rencana membuat Novanto gila setiap kali mengikuti persidangan perkara korupsi e-KTP.


"Ini kalau masuk, di sidang kita kerjain dia (Setya Novanto). Jadi bisa sembuh lagi, ya sembuh. Setiap sidang kita bikin dia (Setya Novanto) gila, nanti diperiksa dokter pun dia jadi gila," kata Viktor kepada Fredrich.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore