Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 April 2018 | 00.12 WIB

Wakapolri Ajak Semua Pihak Berantas Miras Oplosan

Wakapolri Komjen Syafruddin bersama Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto saat berada di kediaman  SS, di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (19/4). - Image

Wakapolri Komjen Syafruddin bersama Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto saat berada di kediaman SS, di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (19/4).

JawaPos.com - Kasus minuman keras (miras) oplosan yang belakangan kerap memakan korban terungkap. Peracik miras opolosan yang sudah sangat meresahkan diringkus jajaran Polda Jawa Barat (Jabar). Akibat aksinya, pelaku berinisial SS itu, puluhan orang tewas dan ratusan korban lainnya terpaksa dirawat di rumah sakit.


Pelaku SS diringkus Polisi di daerah Cicalengka, Kabupaten Bandung. SS memang sudah lama dicari, karena aksinya menyebabkan banyak nyawa yang melayang.


"Pelaku utama sudah ditangkap, semalam sudah ada di Bandung. Maka sekarang miras oplosan harus betul-betul diselesaikan," kata Wakapolri Komjen Syafruddin saat ekspose di rumah pelaku SS, di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (19/4).


Dengan terungkapnya kasus tersebut dan tertangkapmnya pelaku SS, peredaran miras oplosan di Jabar dan Jakarta dapat diputus. "Saat ini adalah saat yang baik untuk bersama-sama (memberantas). Saya sudah menyampaikan bahwa masalah ini jangan berlarut-larut. Sebelum memasuki bulan ramadhan itu sudah selesai," ucapnya.


Wakapolri mengajak seluruh pihak untuk ikut terlibat dalam pembertantasan miras opolosan. Hal itu dilakukannya karena, masalah tersebut tidak bisa dikerjakan oleh polri saja. Melainkan membutuhkan pihak-pihak lain seperti TNI, Kepala Daerah, Tokoh Agama dan juga masyarakat. Dengan begitu, ketika ada imbauan razia secara simultan, semua akan terungkap secara cepat.


Bahkan, kata Syafruddin, terkait miras oplosan bukan hanya peredarannya yang harus dihentikan. Melainkan harus hilang, Karena sekitar satu bulan ke depan masyarakat Indonesia terkhusus umat muslim akan memasuki bulan suci Ramadhan.


"Jangankan peredarannya, opininya pun harus berhenti. Karena akan memperngaruhi terutama umat Islam yang akan melaksanakan ibadah puasa," ungkapnya.


Untuk diketahui, hingga saat ini secara bersamaan korban jiwa akibat miras oplosan secara nasional sebanyak 112 orang. Namun memang, yang paling banyak dan paling disorot yakni Cicalengka, Jawa Barat.


Kinerja Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto beserta jajarannya yang berhasil mengungkap dan menangkap pelaku SS mendapat apresiasi dari Wakapolri. Bahkan, Wakapolri menyebut Jawa Barat yang memang paling serius dalam mengungkap dan memberantas miras oplosan.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore