Tim SAR Gabungan menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak dan jatuh di Maros, Sulsel. (TNI AD)
Di antara ribuan personel gabungan yang terlibat dalam operasi SAR tersebut, TNI AD mengerahkan kekuatan dari Kodam XIV/Hasanuddin serta Divisi Infanteri 3 Kostrad. Dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono, para prajurit Angkatan Darat bersama Tim SAR Gabungan berhasil mencapai titik jatuhnya pesawat itu.
”Pada hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan berhasil mencapai hasil signifikan meski dihadapkan pada cuaca buruk dan medan ekstrem,” kata dia.
Titik itu berhasil dijangkau dengan perjuangan ekstra lantaran angin berembus kencang dengan kecepatan 20–22 knot, visibilitas terbatas hanya 5 meter, kabut tebal turun sejak pukul 08.30 WITA, kemudian hujan mengguyur pada siang hari. Belum lagi medan pencarian di perbukitan batu karst bertebing curam dengan vegetasi rapat pada ketinggian sekitar 1.353 mdpl.
”Sebanyak 1.214 personel SAR Gabungan dikerahkan, dengan TNI AD menjadi unsur terbesar dan penggerak utama operasi. Personel TNI AD berasal dari jajaran Kodam XIV/Hasanuddin dan Divisi Infanteri 3 Kostrad, didukung kemampuan mountaineering, evakuasi darat, kesehatan lapangan, zeni, komunikasi, serta pemanfaatan teknologi pengamatan udara,” jelas Donny.
Berdasar informasi yang diterima dari tim udara pada pukul 07.17 WITA, tim darat bergerak menuju lokasi serpihan pesawat yang tampak dari pengamatan udara. Tidak lama berselang, TNI AD mengerahkan prajurit dari 2 titik berbeda dan berhasil menjangkau lokasi tersebut. Hasilnya, diketahui bahwa bagian besar pesawat, termasuk badan dan ekor, berada 300 meter dari Puncak Gunung Bulusaraung.
”Pada pukul 08.37 WITA, Tim SAR Gabungan memastikan temuan 2 bagian utama pesawat dan langsung menggelar sistem komunikasi Starlink di lokasi guna mempercepat pelaporan dan koordinasi,” imbuhnya.
Bagian utama pesawat yang dimaksud terdiri atas mesin, ekor, dan roda. Selain itu, mereka juga menemukan Emergency Locator Transmitter (ELT) pesawat tersebut. Tidak jauh dari ekor pesawat, Tim SAR Gabungan menemukan body part korban berjenis kelamin laki-laki. Evakuasi terus dilakukan secara bertahap melalui jalur darat.
”Keberhasilan pencapaian itu tak terlepas dari disiplin operasi, ketangguhan fisik, serta kemampuan teknis prajurit TNI AD dalam operasi SAR di wilayah ekstrem. TNI AD terus berkomitmen melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi lanjutan,” jelas Donny.
Dalam operasi SAR kali ini, para prajurit TNI AD didukung kekuatan alutsista dan peralatan modern seperti drone, Night Vision Goggle (NVG), GPS, sistem komunikasi Starlink, radio taktis, kendaraan taktis, motor trail, hingga perlengkapan khusus seperti gergaji listrik dan alat mountaineering. Hari ini, operasi SAR masih berlanjut.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
