Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 November 2025 | 16.47 WIB

Sepekan Berlalu, Misteri Hilangnya Siswi SMA di Tangerang Belum Menemui Titik Terang

Seorang siswi SMA bernama Maria Gabriella, remaja berusia 16 tahun, diduga menjadi korban penculikan yang dilakukan secara terorganisir. (Istimewa)

JawaPos.com - Kasus anak hilang kembali muncul. Kali ini menimpa seorang siswi SMA bernama Maria Gabriella. Remaja berusia 16 tahun tersebut diduga menjadi korban penculikan yang melakukan kejahatan secara terorganisir. Informasi hilangnya gadis yang akrab dipanggil Gaby itu beredar luas di media sosial dan pesan berantai pada aplikasi WhatsApp. 

Dalam salah satu sebaran informasi yang diterima oleh awak media, disampaikan bahwa Gaby hilang tanpa jejak sejak Rabu pekan lalu (5/11). Putri dari pasangan Brigita Titis dan Yohanes Hany itu tidak bisa dihubungi oleh pihak keluarga lantaran nomor telepon genggamnya sudah tidak aktif. Pihak keluarga berharap besar Gaby segera ditemukan. 

”Sejak Rabu, 5 November, anak kami tidak pulang, dilarikan oleh laki laki yang terduga juga otak kejahatan terorganisir. Nomor handphone (Gaby) sudah tidak aktif, sehingga tidak bisa dilacak oleh kepolisian,” bunyi sebaran informasi tersebut. 

Gaby merupakan salah seorang siswi di SMA Strada St Thomas Aquino yang berada di Kota Tangerang, Banten. Pihak keluarga sudah melaporkan kasus hilangnya Gaby setelah 1x24 jam tidak bisa menghubungi pelajar kelas XI tersebut. Laporan dibuat pada Kamis (6/11). Namun, sampai hari ini belum ada titik terang keberadaan Gby. 

”Mohon bantuannya, sudah 6 hari anak kami hilang. Kami sangat menghargai setiap informasi dan bantuan yang diberikan untuk anak perempuan kami satu-satunya,” kata dia. 

Kasus penculikan anak belakangan ini terus bermunculan. Terbaru, balita bernama Bilqis hilang di Makassar dan ditemukan di wilayah Jambi. Saat ditemukan, Bilqis sudah dijual kepada Suku Anak Dalam. Selain Bilqis, kasus penculikan menimpa Alvaro Kiano di Pesanggrahan, Jakarta Selatan (Jaksel). Kiano hilang sejak 6 Maret 2025 dan masih belum ditemukan.

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyampaikan bahwa kasus penculikan anak memang masih terus terjadi. Dia membeber catatan instansinya terkait dengan kasus penculikan anak pada 2023, 2024, dan sepanjang tahun ini. Meski trennya menurun dari tahun ke tahun, namun setiap tahun selalu muncul kasus penculikan. 

”Tahun 2023 korban penculikan anak 43 kasus, tahun 2024 korban penculikan anak 7 kasus,” ungkap dia. 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore