Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Maret 2018 | 20.57 WIB

Perkuat Pemberantasan Korupsi, Dubes dan Parlemen Iran Sambangi KPK

Sejumlah delegasi Negara Iran, sat tiba di kantor KPK Jakarta, Rabu (7/3) - Image

Sejumlah delegasi Negara Iran, sat tiba di kantor KPK Jakarta, Rabu (7/3)

JawaPos.com - Delegasi Negara Iran hari ini mengunjungi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Delegasi tersebut terdiri dari Duta Besar Iran untuk Indonesia dan beberapa pejabat parlemen Iran. Hadir dalam delegasi tersebut antara lain, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mr Valiollah Mohammadi, Chairman of Parliamentarian Friendship Group Mr Mahmoud Sadeghi dan 2 Member of Parliamentarian Friendship Group Mr S. Naser Musavi Largani dan Mr Mehdi Sheikh. Delegasi diterima oleh pimpinan KPK, Agus Rahardjo, Basaria Panjaitan dan Saut Situmorang beserta jajaran.


Terkait adanya kunjungan dari perwakilan negara Iran tersebut, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, dalam pertemuan yang digelar secara tertutup, dibahas perihal penguatan kerja sama ke depan dalam pemberantasan korupsi. Khususnya terkait tindak lanjut kerja sama KPK dengan The General Inspection Organization (GIO) Iran, pertukaran lessons learned dan best practises program-program pemberantasan korupsi di kedua negara, pengelolaan sumber daya alam minyak dan gas, pertanggungjawaban pidana korporasi serta kemungkinan kerja sama dalam hal pendidikan dan pelatihan dengan dibentuknya Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC) KPK.


"Dalam setiap upaya pemberantasan korupsi yang bersifat lintas negara, tentu kerjasama internasional sangat penting dilakukan," ucapnya di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (7/3).


Febri menjelaskan, selama ini KPK telah melakukan sejumlah kerjasama dengan Iran. Di antaranya seperti MoU KPK dengan GIO (General Inspection Organization) Iran tahun 2007.


Selain itu, juga ada kerjasama Indonesia-Iran dalam forum UNCAC. Dan KPK juga melibatkan GIO Iran dalam Konferensi Lembaga Pengawas Internal di tahun 2009.


Ke depannya Febri berharap kerjasama dengan Iran dapat diperkuat kembali, untuk memperkuat pemberantasan korupsi antara dua negara. "Ke depan tentu dapat dilakukan penguatan kerjasama. Seperti pertukaran informasi dan sharing pembelajaran keberhasilan (lesson learned and best practice) program pemberantasan korupsi Indonesia dan Iran," lanjutnya.


"Serta pelatihan yang nanti akan dilakukan KPK lebih fokus melalui ACLC (Anticoruption learning center)," imbuhnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore