
Menko Polkam Budi Gunawan saat memberikan keterangan kepada awak media. (Kemenko Polkam)
JawaPos.com - Kasus dugaan penganiayaan berujung kematian seorang prajurit TNI AD bernama Prada Lucky Chepril Saputra Namo mendapat atensi dari Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan. Mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu memastikan bahwa Kemenko Polkam memantau penanganan kasus yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.
Dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media pada Selasa (12/8), Budi Gunawan menyampaikan bahwa pemerintah turut merasakan duka cita atas meninggalnya Prada Lucky. Sebagai wujud hadirnya negara dalam kasus tersebut, pemerintah memberikan perhatian serius. Pejabat yang kerap dipanggil BG itu menjamin kasus tersebut ditangani sampai tuntas.
”Peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah, karena menyangkut keselamatan, disiplin, dan kehormatan prajurit. Pemerintah berkomitmen agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegas BG.
Untuk itu, pemerintah juga mendorong agar proses penegakan hukum dan pembenahan sistem pengawasan internal di lingkungan satuan TNI dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya itu, BG menyatakan bahwa proses hukum terhadap puluhan tersangka yang terlibat dalam kasus dugaan penganiayaan itu dipastikan berlangsung secara transparan, objektif, dan sesuai prosedur peradilan militer.
”Tim Investigasi Kodam IX/Udayana dan Penyidik Denpom IX/1 Kupang telah bekerja secara profesional untuk mengungkap fakta-fakta yang ada,” ucap dia.
BG menyatakan bahwa instansinya juga terus memantau perkembangan kasus tersebut dan berkoordinasi dengan TNI. Tujuannya untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur dan menjunjung tinggi asas keadilan. Sebagaimana permintaan pihak keluarga, para pelaku penganiayaan Prada Lucky harus diadili sesuai perbuatan mereka kepada korban.
”Mabes TNI telah memberikan penjelasan bahwa seluruh pihak yang terbukti terlibat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kemenko Polkam telah berkoordinasi dan mendorong adanya penguatan sistem pengawasan dan pembinaan personel di TNI agar hal serupa tidak terulang di masa mendatang,” jelasnya.
Dalam kasus yang menewaskan Prada Lucky pada Rabu pekan lalu, sebanyak 20 prajurit TNI AD terlibat. Puluhan prajurit tersebut kini sudah menjadi tersangka dan menjalani proses hukum oleh Pomdam IX/Udayana. Termasuk proses penahanan di rumah tahanan militer. Prada Lucky meregang nyawa dengan banyak luka pada tubuhnya. Mulai luka lebam, luka sayat, sampai luka akibat sundutan rokok.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
