
Kendaraan motor ringsek setelah tertabrak KA Malioboro Ekspres di JPL Nomor 08 dekat Stasiun Magetan, Senin (19/5). (Radar Madiun)
JawaPos.com - Kabar duka menyelimuti masyarakat Magetan setelah kecelakaan maut Kereta Api (KA) Malioboro Ekspres di JPL Nomor 08 KM 176+586 pada Senin (19/5) pukul 12.50 WIB. Empat orang dinyatakan tewas.
Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Perkasa mengungkapkan, insiden nahas ini bermula ketika KA Matarmaja relasi Pasar Senen (Jakarta) - Malang melintas dari arah timur ke barat.
Palang pintu perlintasan tertutup dan pengguna jalan tertib menunggu. "Namun ketika kereta api pertama, yaitu KA Matarmaja sudah melintas, palang perlintasan terbuka. Saat itu kendaraan langsung melintas," tuturnya.
Mereka tidak mengira bahwa akan ada kereta lain yang melintas. Di saat yang bersamaan, KA Malioboro Ekspres relasi Purwokerto - Malang, melaju kencang dari arah barat. Tabrakan pun tidak terhindarkan.
"Ternyata saat itu ada kereta lagi yang melintas dari arah barat yaitu KA Malioboro Ekspres," sambung AKBP Erik.
Akibatnya, sebanyak 7 kendaraan sepeda motor tertabrak. Empat orang dinyatakan tewas di tempat.
Sepeda motor korban juga mengalami ringsek parah akibat kerasnya temperan yang terjadi. Selain korban meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka dilarikan ke RSUD dr. Sayidiman dan RSAU dr. Efram Husada.
Polres Magetan juga telah memulai investigasi lapangan dan memeriksa enam orang saksi. Satu orang saksi di antaranya petugas penjaga palang pintu di JPL 08 emplasemen Stasiun Magetan.
"Penjaga perlintasan juga sudah kami mintai keterangan. Kami pastikan seluruh proses penyelidikan terhadap kejadian ini (kecelakaan KA Malioboro Ekspres) mengacu pada prinsip scientific investigation," tukas AKBP Erik.
Berikut identitas korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas KA Malioboro Ekspres di JPL Nomor 08, Magetan:
1. Totok Herwanto, laki-laki, 52 tahun, warga Desa Kenongorejo, Pilangkenceng, Kabupaten Madiun;
2. Hariyono, laki-laki, 54 tahun, Desa Gunungan, Kartoharjo, Magetan;
3. Rama Zainul Fatkhur Rahman, laki-laki, 23 tahun, Desa Panggung, Kecamatan Barat, Magetan;
4. Resyka Nadya Maharani Putri, perempuan,23 tahun, Desa/Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
