
Antoni Yuda Timur, kuasa hukum isteri korban memberikan keterangan usai pelaporan di SPKT Polda Jateng. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
JawaPos.com–Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota polisi kembali mencuat. Seorang anggota Satlantas Polresta Jogjakarta dilaporkan ke Polda Jawa Tengah usai diduga menganiaya Darso, 43, warga Purwosari, Kecamatan Mijen, Semarang, hingga mengakibatkan meninggal dunia.
Pelaporan ke Polda Jawa Tengah dilakukan keluarga Darso pada Jumat (10/1) malam. Kasus ini diduga menyebabkan kematian Darso setelah mengalami penganiayaan brutal oleh anggota kepolisian. Pelaporan dilakukan istri korban, Poniyem, didampingi adik kandung korban serta kuasa hukum Antoni Yuda Timur.
”Pelaporannya terkait dugaan tindak pidana berencana yang mengakibatkan kematian, dan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan maut, sebagaimana diatur di pasal 355 KUHP junto pasal 130 170 ayat 2 angka ke tiga,” ujar Antoni usai pelaporan di SPKT Polda Jateng kepada Radar Semarang dikutip JawaPos.com, Minggu (12/1).
Peristiwa bermula pada Juli 2024 ketika Darso, seorang pekerja serabutan, mengalami kecelakaan di wilayah hukum Polresta Jogjakarta saat mengemudikan mobil rental. Kecelakaan ini terjadi dalam perjalanan menuju Kota Semarang. Di dalam perjalanan itu terdapat dua orang lainnya namun hingga kini belum diketahui identitas dan keberadaanya.
Usai kecelakaan, Darso bertanggung jawab membawa korban kecelakaan ke klinik. Saat itu, Darso tidak mampu melunasi biaya pengobatan dan meninggalkan KTP sebagai jaminan.
Namun, kasus ini berbuntut panjang. Pada 21 September 2024, Darso dijemput beberapa orang berseragam Satlantas Polresta Jogjakarta di rumahnya di Mijen, Semarang. Menurut keterangan Antoni, penjemputan dilakukan tanpa surat tugas atau penangkapan resmi.
”Korban ini dijemput pukul 06.00 WIB. Artinya korban dibawa tanpa surat penangkapan, tanpa surat tugas, tanpa surat apapun kemudian korban dibawa,” tegas Antoni.
Dua jam kemudian, tiga orang yang awalnya ikut menjemput korban, kembali mendatangi rumah korban bersama ketua RT setempat. Mereka mengabarkan kepada istri korban bahwa suaminya berada di Rumah Sakit Permata Medika, Ngalian.
Darso sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit, termasuk tiga hari di ruang ICU. Meski sempat pulang, dia meninggal dunia dua hari kemudian akibat luka-luka yang diduga berasal dari penganiayaan. Darso dilaporkan mengalami luka lebam di wajah serta rasa sakit pada dada dan perut. Bahkan, hasil rontgen menunjukkan bahwa ring jantung korban bergeser.
”Korban bercerita kepada adiknya bahwa dia dipukuli di bagian perut. Barang bukti pelaporan yang kami bawa malam ini kita susul kan hasil ronsen, yang menurut keterangan dokter, ring jantung sempat bergeser. Tapi nanti biar penyidik yang mendalami,” ungkap Antoni.
Antoni menambahkan, sebelum meninggal, Darso sempat meminta keadilan kepada sang istri. Almarhum pun menyampaikan mengalami pemukulan yang dilakukan enam orang.
”Sebelum meninggal mengatakan tak terima, dan minta keadilan, dia dihajar dipukulin oleh orang yang diduga tadi (menjemput) diduga tiga sampai enam orang tadi. Kejadian pemukulan di Mijen,” terang Antoni.
Setelah meninggalnya Darso, tiga orang berpakaian dinas kepolisian dari rombongan enam orang tersebut kembali menemui istri korban beberapa kali. Namun pertemuan tersebut dilakukan di luar rumah korban. Mereka menawarkan mediasi dengan memberikan sejumlah uang, yang awalnya senilai Rp 5 juta namun kemudian meningkat menjadi Rp 25 juta.
”Itupun karena ketidaktahuan diterima, diserahkan kepada adiknya. Dan itu pun berniat dikembalikan melalui saya, tapi saya sudah hubungi terduga pelaku dan tak ada niat baik datang ke Semarang, malah minta saya ke Jogja, saya tolak. Sampai dengan hari ini uang itu masih utuh,” tegas Antoni.
Antoni menuturkan, laporan ini baru dilakukan sekarang karena keluarga korban awalnya mencoba menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Namun, mediasi tidak membuahkan hasil.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
