Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Desember 2024 | 22.57 WIB

Harvey Moeis dan Sandra Dewi jadi Peserta BPJS Gratis untuk Fakir Miskin, Netizen: Dia Sopan Banget Sih, jadi Wajar dapat BPJS dari Pemerintah

Artis Sandra Dewi memeluk suaminya yang juga terdakwa kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah izin usaha pertambangan PT Timah Tbk tahun 2015-2022 Harvey Moeis usai persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (10/10/2024). (Dery R

JawaPos.com -- Pengusaha Harvey Moeis dan Sandra Dewi ternyata terdaftar sebagai peserta penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan gratis yang iurannya ditanggung pemerintah, dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta.

BPJS gratis yang diterima Harvey Moeis dan Sandra Dewi ini seharusnya dialokasikan untuk fakir miskin yang tidak sanggup membayar iuran. Namun Harvey Moeis dan Sandra Dewi justru terdaftar sebagai penerima BPJS gratis ini.

Sandra Dewi dan Harvey Moeis terdaftar sebagai penerima BPJS gratis terhitung sejak 1 Maret 2018 silam dan masih aktif terdaftar sampai sekarang.

Mengetahui Harvey Moeis dan Sandra Dewi ternyata terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan PBI, netizen pun berkomentar beragam. Ada yang memberikan sindiran ke Harvey Moeis dengan mengikuti logika pertimbangan hakim yang dibuat-buat untuk memutus ringan pada Hervey Moeis.

"Dia sopan banget sih, jadi wajar dapat BPJS dari pemerintah," komentar salah satu netizen pada kolom komentar unggahan Pembasmi kehaluan Real di Instagram.

"Orang sopan dan tanggung jawab ke keluarga, wajar punya BPJS PBI," timpal yang lainnya.

"Ternyata dia lebih miskin dari kita gaes. Buktinya dia nggak mampu pakai BPJS mandiri, malah BPJS PBI dari pemerintah," timpal yang lainnya.

Netizen lainnya menyesalkan Harvey Moeis dan Sandra Dewi mendapat BPJS gratis dari pemerintah. Sebab, mereka termasuk dalam kelompok masyarakat mampu.

Netizen lainnya justru menduga Sandra Dewi dan Harvey Moeis didaftarkan oleh pemerintah daerah karena tidak pernah bersedia mendaftarkan diri dalam program BPJS Kesehatan.

"Lah, mungkin memang gak pernah daftar BPJS, sehingga dipaksa," komentar salah satu warganet.

"Keren semua dibiayai pemerintah sampai cucu, cicit, cocot 7 turunan 8 tanjakan dan 9 gujrakan," timpal yang lainnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore