
Potret Natasya Hutagalung bersama keluarganya (Tarida Hutagalung untuk Radar Jogja)
JawaPos.com – Hanya mata sebelah kanan Natasya Hutagalung yang sesekali bisa terbuka sampai kemarin (27/12). Yang sebelah kiri belum bisa membuka sama sekali.
Hal tersebut terjadi akibat siraman air keras yang dilakukan Satim di tempat kos mahasiswi Sekolah Tinggi Pemerintahan Masyarakat Desa (STPMD) APMD tersebut di kawasan Gondokusuman, Kota Jogja, pada malam Natal (24/12). Satim melakukannya atas suruhan Belly Vilsen, mahasiswa magister hukum Universitas Atma Jaya, Jogjakarta, yang juga mantan kekasih korban.
Menurut sang bibi, Tarida Hutagalung, dari seluruh anggota tubuh, bagian muka Natasya yang paling parah mengalami luka bakar akibat disiram air keras.
Tarida menambahkan, mata sebelah kanan keponakannya yang berusia 21 tahun itu sudah bisa terbuka sesekali, tapi hanya sebentar. Namun, yang mata kiri hingga saat ini belum bisa dibuka. "Karena memang masih sangat-sangat perih," tuturnya lewat sambungan telepon, sebagaimana dilansir Jawa Pos Radar Jogja.
Natasya yang masih dirawat di RSUP dr Sardjito, Sleman, saat ini dalam kondisi sadar. Namun, menurut Tarida, dia mengalami trauma dan takut. Karena itu, keluarga belum mengizinkan pihak luar berkomunikasi banyak dengan Natasya.
Tarida menyebut, insiden itu terjadi tepat di malam Natal, bersamaan dengan hari ulang tahun Natasya. Natasya baru selesai mandi untuk bersiap mengikuti misa Natal ketika serangan tersebut terjadi.
"Kami tidak menyangka pelaku adalah teman yang pernah dekat dengan anak kami," bebernya.
Pihak keluarga sebelumnya mengetahui hubungan antara Natasya dan Belly. Keduanya berasal dari daerah yang sama, Ketapang, Kalimantan Barat. Bahkan, si pelaku sempat mengunjungi rumah keluarga Natasya saat mereka masih berpacaran.
"Belly pernah berkunjung ke rumah opung (kakek) Natasya bersama pada 2022," ungkapnya.
Keluarga juga mendengar cerita dari Natasya bahwa dia dan pelaku telah putus hubungan. Pelaku terus mengajak balikan, tapi Natasya menolak.
Keluarga sempat menanyai Natasya alasan kenapa dia menolak diajak balikan. Natasya mengaku bahwa Belly mempunyai perilaku yang toksik. Namun, untuk detail penjelasannya, keluarga belum mengetahui secara mendalam.
Apa yang dilakukan pelaku kepada Natasya dinilai merupakan perbuatan sangat keji. Pihak keluarga menuntut agar pelaku merasakan apa yang sedang dirasakan Natasya.
"Kami pengen hukumannya kalau bisa kasih siram (air keras) juga ke Belly dan si Satim ini atau dipenjara minimal seumur hidup," katanya.
Menyamar sebagai Perempuan
Satim dan Belly berhasil ditangkap polisi kurang dari 24 jam atau pada Rabu (25/12) dini hari. Kasatreskrim Polresta Jogjakarta Kompol Probo Satrio mengatakan, tragedi itu bermula ketika Belly sakit hati karena diputuskan Natasya. Mereka berdua berpacaran sejak 2021, tapi putus pada Agustus 2024.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
