JawaPos.com - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan Kombes pol Muhammad Anwar menyatakan masih mencari sejumlah alat bukti terkait insiden pemukulan yang dilakukan terhadap seorang mahasiswa koas bernama Lutfi di RS Siti Fatimah Palembang.
Insiden itu terjadi disebuah cafe di Jalan Demang, Palembang pada Selasa (10/12). Korban langsung membuat laporan kepolisian ke Polda Sumatera Selatan (Sumsel) setelah insiden pemukulan terjadi, Selasa (10/12) malam.
"Untuk LP korban pemukulan dokter koas sudah dibuat. Dan saat ini kami sedang mengumpulkan alat bukti," ujar Anwar kepada JawaPos.com, Jumat (13/12).
Anwar menjelaskan, pemukulan kepada Lutfi yang merupakan mahasiswa kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) di RS Siti Fatimah itu disebabkan masalah jadwal jaga piket pada libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Salah satu anggota koas yang bernama Lady Aurellia Pramesti tidak senang dengan jadwal tersebut. Ia kemudian mengadukan kepada orang tuanya.
Singkat cerita terjadilah pertemuan antara orang tua Lady dengan Lutfi dan rekan koas yang lainnya. Saat pertemuan itu, teman sang ibu kesal hingga berujung pemukulan.
"Sehingga terjadi cekcok dan adanya pemukulan oleh terlapor," jelasnya.
Anwar mengaku masih belum bisa membeberkan secara lengkap perihal kejadian itu. Pihaknya pun masih melakulan pendalaman.
"Maaf masih pendalaman. Nanti kita ekspose kalau sudah terang ya," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, chief koas mahasiswa kedokteran Universitas Sriwijaya, Lutfi mengalami luka parah akibat penganiayaan itu. Korban saat ini masih dalam perawatan intensif di RS Bhayangkara. Sebab, ia mengalami sejumlah luka memar pada bagian wajahnya.
"Korban masih dalam perawatan intensif di RS Bhayangkara. (Mengalami) Memar di pipi kiri atas, lebam mata kiri korban," kata Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Sunarto kepada JawaPos.com, Jumat (13/12).
Sunarto mengatakan, penyidik masih melakukan pendalaman kasus ini. Korban sendiri belum bisa dimintai keterangan karena kondisi kesehatannya masih belum memadai.
"Kalau sudah ada perkembangan diinfokan," terang Sunarto.
Diketahui, kasus ini bermula dari beredarnya sebuah video viral berdurasi 66 detik di media sosial. Video itu memperlihatkan seorang pria berbaju merah tengah memukuli seorang dokter berseragam koas disebuah cafe di Jalan Demang, Palembang.
Korban diketahui bernama Lutfi yang merupakan seorang chief koas mahasiswa Universitas Sriwijaya di RS Siti Fatimah Palembang. Peristiwa penganiayaan itu dilatarbelakangi perselisihan tentang jadwal jaga koas pada malam tahun baru yang diatur oleh korban.
Lady diinformasikan memprotes jadwal jaga malamnya yang dibuat korban khususnya saat malam tahun baru. Padahal, jadwal tersebut telah dibuat berdasarkan persetujuan teman-teman koas yang lainnya.
Kemudian, Lady mengadu ke ibunya yang kemudian berlanjut kepada pemanggilan terhadap korban Lutfi yang merupakan chief/ketua koas stase nya dan dua teman lainnya.
Saat pertemuan, ketiga orang itu dianggap tidak merespons atau menyepelekan apa yang dibicarakan. Kemudian, pria berbaju merah yang merupakan teman ibu Lady emosi hingga berujung pemukulan seperti video yang viral saat ini. Kasus ini pun tengah ditangani oleh Polda Sumatera Selatan (Sumsel).