Novel Baswedan bersama Ketua IM 57+ Institute Praswad Nugraha dan mantan penyidik KPK Lakso Anindito memberikan keterangan usai sidang putusan tentang gugatan syarat usia calon pimpinan KPK di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (12/9/2024). (Fedri
JawaPos.com - Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengapresiasi langkah penyidik KPK, yang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Novel menyebut, metode OTT yang dilakukan KPK untuk menangkap pelaku korupsi dinilai sangat efektif.
"Iya, faktanya memang OTT sangat penting. Jadi saya apresiasi pelaksanaan OTT ini, semoga terus dilakukan dalam rangka pemberantasan korupsi yang efektif," kata Novel kepada JawaPos.com, Minggu (24/11).
Pernyataan Novel Baswedan ini, berbanding terbalik dengan pimpinan KPK terpilih seperti Johanis Tanak, yang berwacana akan menghapus OTT pada periode 2024-2029.
Hal itu diutarakan Johanis Tanak, saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon pimpinan (capim) KPK, di Komisi III DPR RI, beberapa waktu lalu.
Novel menegaskan, giat OTT dapat mencegah terjadinya kerugian negara, khususnya dalam pengadaan barang/jasa atau perijinan pengelolaan sumber daya alam (SDA). Ia pun menyebut, bukti yang diperoleh nyata, obyektif dan tidak terelakan.
"Dapat mengungkap praktik serupa yang telah dilakukan sebelumnya," ujar Novel.
Novel yang beberapa kali mengungkap kasus-kasus besar melalui OTT di KPK itu pun menegaskan, bahwa OTT sangat efektif untuk membuka perkara-perkara kakap yang merugikan keuangan negara.
"Mengungkap kasus korupsi yang lebih besar," ujar Novel.
Sebelumnya, juru bicara KPK Tessa Mahardika membenarkan bahwa pihaknya mengamankan tujuh orang dalam OTT di Pemprov Bengkulu. Saat ini mereka tengah dalam pemeriksaan intensif.
"Benar KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di lingkungan Pemerintah Propinsi Bengkulu, ada sekitar 7 orang yang diamankan," ujar Tessa.
KPK menduga, terjadi transaksi dugaan suap yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di Pemprov Bengkulu. Dalam giat OTT itu, KPK juga turut mengamankan barang bukti uang berkaitan dengan transaksi suap.
"Dan turut diamankan sejumlah uang (masih dihitung). Untuk lengkapnya akan disampaikan secara resmi oleh lembaga sore/malam nanti," pungkas Tessa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
