
Ilustrasi pelaku kejahatan Pedofilia
JawaPos.com - Indikasi keberadaan komunitas pedofil membuat Korps Bhayangkara turun tangan. Dimulai dengan adanya akun yang menyebar konten berbau pedofilia dan ditanggapi beragam. Polri lantas mendeteksi pemilik akun predator anak berada di tiga kota, yakni Batam, Palembang, dan Jakarta.
Indikasi keberadaan komunitas pedofil ini muncul dari postingan akun anonim bernama Mamako San. Ada lebih dari 160 komentar sebelum akun tersebut dihapus pemiliknya. Dalam salah satu komentar terdapat akun bernama Seele yang menyebar foto vulgar anak.
Foto tersebut ditanggapi dengan ramai-ramai meminta materi foto vulgar anak. Akun lainnya bernama Sanju Kuro mengaku pernah berpacaran dengan anak-anak. Ada pula akun Aris Munandar yang membagikan berbagai trik mendekati anak-anak. Dia juga mengaku sebagai guru SD sehingga mudah mendekati anak-anak.
Informasi keberadaan akun-akun pedofil itu pun viral di media sosial X. Bahkan, pemilik akun Mamako San juga sudah diklarifikasi netizen. Pemilik akun itu berinisial T.
Dalam video yang beredar, T mengaku bahwa postingan itu hanya bercanda. Dia mengaku tidak memiliki ketertarikan seksual dengan anak-anak. Lalu, postingan membeli boneka seksual juga disebutnya bohong karena yang sebenarnya membeli PC gaming.
Dia juga menyebut tidak mengenal sejumlah akun yang mengomentari postingannya. ’’Itu bisa jadi publik yang berkomentar dalam postingan saya,’’ ujarnya dalam video tersebut.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan, pihaknya meneruskan informasi dugaan adanya komunitas pedofil itu ke setiap polda. ’’Saya dorong ke polda-polda berkaitan (mendalami, Red),’’ paparnya.
Menurut dia, sudah ada klarifikasi dari salah satu pemilik akun yang menyebarkan konten mengandung pedofilia. Trunoyudo mengirimkan link klarifikasi tersebut. ’’Sudah diklarifikasi,’’ ujarnya kepada Jawa Pos.
Untuk akun penyebar foto vulgar anak dan yang mengaku sebagai guru SD, pihaknya masih memproses. ’’Belum yang Palembang dan di Jakarta ya,’’ kata mantan Kabidhumas Polda Jawa Barat tersebut. Di sisi lain, KPAI belum menanggapi isu tersebut. Anggota KPAI Dian Sasmita belum merespons konfirmasi dari Jawa Pos. (idr/c19/bay)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
