Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juli 2024 | 07.24 WIB

Apresiasi Atensi Istana Kawal Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Sumut, Prof Henry Indraguna Minta Dalang Diungkap!

Praktisi hukum Prof Dr Henry Indraguna. (Istimewa) - Image

Praktisi hukum Prof Dr Henry Indraguna. (Istimewa)

JawaPos.com–Praktisi hukum Prof Dr Henry Indraguna mengapresiasi atensi Kepala Staf Presiden Moeldoko yang telah memerintahkan Kantor Staf Presiden (KSP) mengawal kasus pembakaran rumah seorang jurnalis di Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut).

Pembakaran rumah wartawan tersebut mengakibatkan tewasnya Rico Sempurna Pasaribu beserta tiga anggota keluarganya di Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumut.

Prof Henry memuji langkah KSP yang cepat, tanggap, responsif, dengan telah menerima aduan dari Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) pada Rabu (17/7). KSP bekerja sama dengan KKJ dan sejumlah masyarakat sipil untuk mengawal kasus tersebut.

Selain itu, Prof Henry mendesak seluruh perbuatan yang mengindikasikan kekerasan baik verbal maupun non-verbal kepada pekerja pers harus dihentikan. Polda Sumatera Utara (Sumut) harus mengusut tuntas hingga menemukan aktor di balik kejahatan sadis tak berperikemanusiaan itu.

”Kami mengutuk keras kasus kekerasan yang biadab dan barbar kepada jurnalis. Dan meminta kepada semua pihak yang tidak terima atas karya jurnalistik dalam bentuk berita investigatif yang mengungkap sebuah kejahatan tidak bertindak melawan hukum,” ujar Prof Henry Indraguna di Jakarta.

Pengacara kondang itu menyebutkan, tindakan pembakaran kepada para pekerja pers menjadi bukti bahwa kekerasan masih nyata menghantui kerja-kerja wartawan.

”Tindakan persekusi apa pun hingga menghabisi nyawa wartawan, bahkan berimbas kepada anggota keluarga korban harus segera dihentikan. Dan negara harus hadir melindungi kemerdekaan pers yang mengungkap apa pun bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat,” tegas Henry Indraguna.

Prof Henry meminta Polda Sumut tidak berhenti pada penangkapan dua orang tersangka saja. Tetapi master mind, tokoh di belakang layar sebagai dalangnya pun harus bisa ditangkap.

”Saya yakin kematiannya terkait dengan pemberitaan. Apalagi, Sampurna Pasaribu tengah menguak kasus besar,” ucap Henry Indraguna.

Prof Henry berharap polisi dapat segera mengungkap aktor intelektual di belakang peristiwa tewasnya Sempurna Pasaribu beserta keluarga.

”Jika polisi tidak mampu mengungkap aktor intelektual peristiwa ini maka menjadi catatan buruk bagi penyidik. Mereka tidak mampu melindungi jurnalis yang juga adalah mitra strategis,” papar Henry Indraguna.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore