
Ilustrasi kapal tenggelam.
JawaPos.com – Kapal Nelayan asal Tuban yang dilaporkan hilang kontak pada hari Jumat (26/1) masih menyisakan tanda tanya bagi para keluarga korban. Hal itu karena dari 13 orang Anak Buah Kapal (ABK), baru satu orang yang berhasil ditemukan selamat.
Kapal Motor (KM) Berkah Amina 2 yang merupakan milik nelayan Kecamatan Bancar yang itu diduga tenggelam di perairan Sumenep. Kapal diketahui hilang kontak setelah pada hari Jumat (26/1) tidak kunjung kembali ke Tuban.
Seperti dilansir dari Radar Tuban (JawaPos Group) Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Tuban AKP Dean Tommy Rimbawan menyampaikan, pencarian terhadap 12 orang ABK masih dilakukan oleh pihaknya. Total ABK kapal sebanyak 13 orang dan baru satu orang ABK yang sudah ditemukan.
“Satu ABK ditemukan di pesisir pantai Kecamatan Dungkek, Sumenep bernama Bagus Triyono ABK asal Pati ditemukan selamat dan sudah jami antarkan pulang” ujarnya.
Ia menjelaskan KM Berkah Amina 2 pertama kali dilaporkan hilang pada hari Jumat (26/1) malam. Usai mendapat laporan itu, pihaknya lalu melakukan koordinasi dengan Tim SAR Jawa Timur dan langsung melakukan pencarian.
Menurutnya, berdasarkan keterangan dari korban selamat bernama Bagus itu kapal tersebut berangkat pada tanggal 20 Januari kemarin dan seharusnya sampai kembali di Tuban pada tanggal 26 Januari.
Korban mengatakan bahwa kapal nelayan itu milik dari Mashuri, warga Desa Banjarejo, Kecamatan Bancar. Kapal tersebut mulai karam pada hari Minggu (21/1) pukul 17.30 WIB. Kapal diketahui mengalami kebocoran di bagian bawah, sehingga mulai tergenang saat para ABK menaikkan jaring ikan.
Salah satu rekan korban yang berperan sebagai nahkoda lalu mengambil tindakan dengan menghentikan laju kapal. Kapal lalu terombang-ambing di tengah laut dan secara perlahan genangan air yang masuk ke kapal mulai tinggi sehingga membuat mesin kapal mati.
“Berdasarkan keterangan korban, kapal mulai terombang-ambing akibat diterpa gelombang tinggi” kata Tommy.
Hempasan gelombang tinggi itu membuat kapal terbalik dan seluruh isinya berhamburan di lautan. Hal itu juga membuat belasan awak kapal menjadi terombang-ambing terbawa oleh gelombang laut.
Para awak kapal sempat mencoba saling mengikat badan masing-masing dengan tali dan pelampung agar sama-sama terhubung. Tetapi, Bagus sebagai korban yang sudah ditemukan mengaku ikatan tali pada tubuhnya sempat terlepas dan akhirnya ia terdampar di pesisir pantai Sumenep.
Sementara itu, AKP Tommy menyebut pihaknya telah melakukan penyelidikan lebih lanjut dan ternyata dari 13 ABK di kapal nelayan itu hanya delapan orang yang identitasnya berhasil diketahui. Delapan orang itu adalah Bagus Triyono, Karjani, Suranto, Eko, Arifin, Didik, Veli, dan Sukirman.
“Kami masih melakukan koordinasi dengan pemilik kapal untuk menggali informasi terkait ABK yang belum ditemukan dan diketahui identitasnya” ujarnya.
