
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pada awak media di rumahnya terkait penganiayaan yang menimpa Ratna Sarumpaet, kemarin (2/10)
JawaPos.com - Pernyataan calon presiden Prabowo Subianto terkait Ratna Sarumpaet menimbulkaan kekecewaan dari lawan politiknya. Pasalnya, berdasar hasil penyelidikan kepolisian, Ratna Sarumpaet tak mengalami pengeroyokan.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengatakan, apa yang diucapkan Prabowo bahwa adanya tindakan pengecut terhadap Ratna Sarumpaet tidaklah terbukti.
"Ini menurut saya sebuah tuduhan yang berlebihan. Sampai saya dapat WA (WhatsApp) dari kelompok milenial, setelah melihat fakta (pengeroyokan Ratna Sarumpaet), seperti ada kudeta rasa," ujar Hasto dalam konferensi pers di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Rabu (3/10).
Menurut Hasto, adanya isu kekerasan yang terjadi terhadap Ratna Sarumpet sudah didesain untuk politik. Tujuannya jelas untuk dapat menyedot simpati publik. "Kami sungguh menyesalkan atas berbagai drama playing victim tersebut," tegasnya.
Oleh karenanya, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin itu meminta kepada publik untuk mengedepankan perilaku politik berkeadaban. "Mari kita berpolitik dengan mengedepankan etika dan moral," pungkasnya.
Adapun pengeroyokan Ratna Sarumpaet di sekitaran Bandara Husein Sastranegara adalah tidak benar. Pihak kepolisian sudah memberikan keterangan resminya bahwa wajah lebam Ratna Sarumpaet bukan akibat pengeroyokan. Melainkan hasil operasi plastik.
Kepolisian memastikan tidak ada peristiwa pemukulan yang dialami aktivis Ratna Sarumpaet. Hal itu terungkap setelah Polda Jawa Barat melakukan penyelidikan kemarin.
Dari hasil penelusuran Polda Jabar, tidak ada konferensi negara asing di wilayah hukum mereka pada 1 September 2018. Hasil koordinasi dengan otoritas Bandara Husein hingga ke tukang parkir, semuanya mengaku tidak ada peristiwa insiden pengeroyokan.
Data manifes kedatangan maupun keberangkatan atas nama Ratna Sarumpaet pun tidak ada pada 21 September 2018.
Adapun yang berhasil terungkap seperti berikut:
1. Ratna berada di Jakarta pada 21 September 2018. Hal tersebut diketahui melalui nomor handphone Ratna yang aktif di Jakarta pada 20 hingga 24 September 2018.
2. Ratna mengirim sejumlah uang untuk ke rumah sakit khusus bedah Bina Estetika. Polisi menemukan rekaman transaksi atas nama Ibrahim Fahmi Al Hadi yang notabene anak Ratna. Dia mengirim sejumlah uang kepada ibunya.
Lalu melalui rekeningnya, Ratna mengirimkan kembali uang ke rumah sakit khusus bedah Bina Estetika. Dengan rincian, Rp 25 juta pada 20 September 2018, Rp 25 juta pada 21 September 2018, dan Rp 40 juta pada 24 September 2018.
Dari hasil pengecekan, bagian operasional RS Bina Estetika, Farhan dan Manager Medis RS Bina Estetika, Inggrid membenarkan bahwa Ratna dirawat pada 21-24 September 2018. Ibunda Atiqah Hasiholan itu dirawat dalam rangka operasi pelastik.
Dia masuk dirawat pada 21 September pukul 17.00 WIB dan keluar pada 24 September 2018 pukul 21.28 WIB menggunakan taxi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
