
Bupati Bogor Ade Yasin saat memakai rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis dini hari (28/4/2022). KPK menetapkan Bupati Bogor Ade Yasin sebagai tersangka suap terkait pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor. KPK juga m
JawaPos.com - Terungkapnya kasus suap Bupati Bogor Ade Yasin kepada pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menambah panjang penyimpangan dalam penilaian akuntabilitas keuangan. Sebelumnya kasus serupa menjerat pejabat, antara lain, di Kementerian Desa lima tahun silam.
Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Keuangan (Fitra) Misbah Hasan mengatakan, momen OTT oleh KPK perlu menjadi bahan evaluasi. Bukan hanya kepada instansi yang diaudit, tapi juga terhadap BPK. Ke depan, BPK perlu memastikan semua pejabatnya bisa bekerja secara berintegritas. ”BPK harus mulai ’bersih-bersih’ terhadap pejabatnya di pusat maupun daerah yang mudah menerima suap atau sengaja meminta suap,” ujarnya kemarin.
Meski sebatas administratif, kata Misbah, pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) cukup seksi bagi instansi, termasuk pemerintah daerah (pemda). Bahkan, bagi pemda, WTP menjadi salah satu instrumen untuk menentukan besaran dana insentif daerah (DID) dari pusat.
Selain itu, WTP menjadi modal kepala daerah menjalankan politik pencitraan ke masyarakat. Seolah-olah pengelolaan anggaran baik. Atas dasar itu, posisi BPK sangat rawan disuap.
Untuk itu, Misbah mendorong BPK memperkuat mekanisme quality control dan quality assurance serta membuka ruang supaya proses audit BPK bisa transparan. ”Tidak dimonopoli salah satu bagian atau auditor saja sehingga tidak ada ruang gelap yang berpotensi menjadi celah korupsi atau suap,” imbuhnya.
Pihaknya juga mendorong KPK untuk melakukan audit ulang di daerah lain. Tidak tertutup kemungkinan, praktik serupa terjadi di daerah lainnya. ”Audit investigasi saja di daerah-daerah yang berpotensi melakukan tindakan yang sama,” tegasnya.
Ke depan, Misbah mendorong sistem audit yang lebih partisipatif dengan memberikan ruang bagi pengawasan oleh masyarakat. Khususnya terhadap proyek-proyek pemerintah dan pemda. ”Banyak proyek yang tidak jelas kemanfaatannya bagi masyarakat, tetapi secara administratif dinyatakan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BPK Isma Yatun menyatakan, pihaknya mendukung penegakan hukum bagi jajarannya yang terlibat pelanggaran. ”Peristiwa ini yang dapat menjadi deterrent effect yang melanggar,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Lembaganya akan berbenah dan terus berkomitmen terhadap nilai independensi serta profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas BPK. ”Nilai tersebut menjadi landasan institusi BPK dan dilaksanakan oleh setiap individu BPK,” imbuhnya. (far/c9/fal)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
