
Photo
JawaPos.com – Pengungkapan kasus investasi ilegal robot trading Fahrenheit menyentuh figur sentral di balik aplikasi tersebut. CEO PT FSP Akademi Pro Hendry Susanto selaku pengelola Fahrenheit ditahan Bareskrim sejak Senin (21/3).
Kepala Sub Direktorat V Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Kombespol Ma’mun menjelaskan, Hendry dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada Senin lalu. Setelah pemeriksaan, tim penyidik mengetahui bahwa Hendry merupakan bos perusahaan robot trading Fahrenheit.
Penyidik lantas meningkatkan status Hendry dari saksi menjadi tersangka. ’’Sebab, unsurnya masuk (memenuhi, Red) menjadi tersangka,’’ jelasnya kemarin (23/3). Bahkan, malamnya langsung dilakukan penahanan di Rutan Bareskrim.
Investasi trading ilegal berkedok artificial intelligence (AI) itu telah merugikan para korban hingga Rp 5 triliun. Setelah beberapa bulan beroperasi, pada 28 Januari, oleh pengelolanya PT FSP Akademi Pro dihentikan untuk pengurusan izin. Lalu, PT FSP Akademi Pro menjanjikan sistem kembali berjalan pada 25 Februari. Namun, akhirnya baru beroperasi pada 5 Maret. Yang mengerikan, hanya dalam satu jam beroperasi, uang para investor dikuras habis.
Ma’mun menjelaskan, keterangan tersangka masih didalami tim penyidik. Tujuannya, melihat keterlibatan pihak lain. ’’Kami dalami pihak lainnya,’’ katanya. Yang pasti, empat bawahan HS telah ditangkap Polda Metro Jaya. Ma’mun menuturkan, sangat mungkin bakal ada tersangka lainnya.
Kerugian dari investasi ilegal tersebut ditaksir mencapai ratusan miliar. Perkiraan itu berdasar pemeriksaan terhadap 18 saksi korban. ’’Jadi, dari 18 orang itu ratusan miliar,’’ ujarnya. Padahal, korban berkelompok 15–100 orang.
Penyidik akan mendatangkan ahli untuk menghitung dengan pasti taksiran kerugiannya. Apakah benar sampai Rp 5 triliun. ’’Nanti ketemu angkanya,’’ ucapnya. Untuk aset dari robot trading Fahrenheit, lanjut Ma’mun, penyidik tengah melacak aset dan aliran dana. ’’Masih di-tracking,’’ imbuhnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap empat bawahan HS. Yakni, D, IL, DB, dan MF. Mereka berperan sebagai admin, pencari member, dan pengelola situs. Dari keempatnya, petugas telah menyita berbagai aset. Di antaranya, 2 apartemen mewah, 2 mobil Lexus dan Fortuner, serta berbagai handphone.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
