Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Maret 2022 | 00.24 WIB

Rombongan Peziarah Tertipu Tes Antigen Palsu

SYARAT PERJALANAN: Calon penumpang kereta api tes antigen di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, kemarin (21/12). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS) - Image

SYARAT PERJALANAN: Calon penumpang kereta api tes antigen di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, kemarin (21/12). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

JawaPos.com - Aparat Polresta Banyuwangi mengamankan bus pengangkut puluhan peziarah yang hendak menyeberang ke Bali pada Jumat (4/3). Berdasar hasil pemeriksaan, sebanyak 16 di antara 44 penumpang menunjukkan surat keterangan tes antigen palsu.

Polisi masih mengusut klinik yang mengeluarkan surat tes antigen itu.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Nasrun Pasaribu yang diwakili Kapolsek KP3 AKP Ali Masduki menjelaskan, 44 penumpang tersebut diangkut bus Megati Trans nopol B 7747 FGA. Sesuai jadwal perjalanan, rombongan akan berziarah ke Jawa, Madura, dan Bali. Mereka berasal dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Qudwah Al-Muqoddasah, Jakarta Timur. ”Kami mendapati 16 penumpang menggunakan surat tes antigen palsu,” ujar Ali kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Hal itu diketahui saat petugas memeriksa surat tes antigen dengan scanner. Ternyata, QR code tidak terbaca oleh sistem. ”Mereka langsung diamankan ke polsek KP3 untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Pemeriksaan yang dilakukan memang cukup lama. Akibatnya, perjalanan para peziarah itu harus tersendat selama sehari. ”Kami masih melengkapi berkas-berkas. Semua saksi sudah diperiksa,” kata Ali.

Dari hasil pemeriksaan sementara, rombongan peziarah menjalani tes antigen di klinik sekitar Pelabuhan Ketapang. Namun, pihaknya belum bisa memastikan klinik yang berani mengeluarkan surat tes antigen tanpa melalui pemeriksaan medis. ”Sementara ini kami lakukan penyelidikan untuk pengembangan kasus tersebut,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pendataan kepada seluruh penumpang, ternyata mereka menjadi korban praktik layanan tes antigen palsu. Rombongan itu akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan, dengan syarat harus dites antigen lagi. ”Karena menjadi korban penipuan, mereka kami sarankan melapor ke Polsek KP3 Banyuwangi. Boleh melanjutkan perjalanan, asalkan ada perwakilan rombongan yang bertanggung jawab,” tegas Ali.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore