
Ilustrasi Covid-19. Dok. JawaPos
JawaPos.com - Sejumlah fakta kelakuan bejat Bripda Randy Bagus Hari Sasongko dibongkar Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Disebutkan, Bripda Randy Bagus tidak hanya memaksa Novia Widyasari melakukan aborsi.
Namun, polisi bejat itu juga ogah saat diminta pertanggungjawaban untuk menikahi korban. Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi mengungkap, itu terjadi pada Agustus 2021 lalu.
Saat itu, berdasarkan laporan korban ke Komnas Perempuan, Novia melakukan upaya penyelesaian dengan Bripda Randy Bagus. Karena sudah mengandung janin hasil hubungan dengan Bripda Randy Bagus, korban meminta agar dinikahi oleh pelaku.
Namun permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Bripda Randy Bagus. “Alasannya masih ada kakak perempuan (yang belum menikah) dan juga mempertimbangkan karir dari pelaku,” ungkap Siti dalam konferensi pers virtual, Senin (6/12).
Bripda Randy Bagus dikenakan pelanggaran kode etik Kepolisian Pasal 7 dan 11. Dia juga kena pidana umum Pasal 348 juncto 55 tentang aborsi. (Istimewa)
Bripda Randy Bagus dikenakan pelanggaran kode etik Kepolisian Pasal 7 dan 11. Dia juga kena pidana umum Pasal 348 juncto 55 tentang aborsi. (Istimewa)
Upaya penyelesaian secara kekeluargaan juga dilakukan saat Novia Widyasari hamil untuk kedua kalinya. Saat itu, ibu korban mencoba berkomunikasi dengan keluarga Bripda Randy Bagus.
“Korban malah dituduh sengaja menjebak Bripda Randy Bagus agar menikahi korban,” beber Siti seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group).
Yang tidak kalah mengejutkan adalah adanya peran keluarga Bripda Randy Bagus dalam pemaksaan aborsi Novia. Berdasarkan keterangan Novia dalam laporannya, aborsi itu juga mendapat dukungan dari keluarga Bripda Randy Bagus.
Novia Widyasari semasa hidup berfoto bareng Randy. (Istimewa)
Novia Widyasari semasa hidup berfoto bareng Randy. (Istimewa)
Karena dituduh menjebak pelaku itulah yang kemudian membuat Novia menjadi sangat depresi. Kondisi itu makin memburuk ditambah Novia baru saja ditinggal oleh ayahnya. “Terlebih sebelum proses pemaksaan aborsi kedua, ayah dari korban meninggal dunia,” ujar Siti.
Siti Aminah Tardi mengungkap, Bripda Randy Bagus berkali-kali memaksa Novia menggurukan kandungan. Akan tetapi, paksaan dari polisi bejat itu juga berkali-kali mendapat penolakan dari korban.
Namun, Bripda Randu Bagus terus-terusan memaksa Novia menggugurkan janin dalam perutnya. “Mulai dari minum obat-obatan KB sampai jamu-jamuan,” ungkap Siti.
Yang cukup nyeleneh dan tidak masuk akal adalah, dalam keadaan hamil di luar nikah, Bripda Randy Bagus juga memaksa Novia mau melayani nafsu bejatnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
