
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri (kanan) berikan keterangan terkait penggeledahan di Kantor Kementerian Pertanian dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Pius Lustrilanang, usai ketidakhadirannya dalam pemeriksaan yang dijadwalkan pada Senin (27/11).
Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI itu, akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan suap pengondisian temuan BPK di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Pada awalnya, Pius direncanakan akan diperiksa bersamaan dengan dua pegawai BPK RI, yakni Akhmad Faiz Mubarok dan Ikhsan Aprian di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Senin (27/11).
Puis diketahui tidak dapat menghadiri panggilan pemeriksaan oleh tim penyidik KPK pada Senin (27/11), karena alasan kesehatannya yang memburuk.
"Informasi yang kami peroleh, saksi dimaksud tidak hadir dengan alasan sakit dan meminta untuk dijadwal ulang pada tim penyidik," Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta yang dikutip JawaPos.com dari Antara, pada Selasa (28/11).
Ali juga mengungkapkan bahwa, ketidakhadiran Pius di Gedung Merah Putih untuk memenuhi panggilan KPK, membuat tim penyidik akhirnya menjadwalkan kembali pemeriksaan terhadap Pius pada Kamis (30/11).
Meski belum sempat mendapatkan keterangan dari Pius, tim penyidik KPK diketahui telah melakukan penggeledahan terhadap ruang kerja Pius di kantor BPK RI, pada hari Rabu (15/11).
Dikutip JawaPos.com, dalam penggeledahan itu, KPK menyita beberapa temuan seperti catatan keuangan dan bukti elektronik yang diduga berkaitan kasus dugaan suap tersebut untuk kemudian dianalisa dan dijadikan sebagai pelengkap berkas perkara penyidikan.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka perkara dugaan korupsi suap pengondisian temuan pemeriksaan keuangan di Pemerintah Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, pada Selasa (14/11).
Keenam tersangka yang telah ditahan diantaranya Penjabat Bupati Sorong Yan Piet Mosso (YPM), Kepala BPKAD Kabupaten Sorong Efer Segidifat (ES), Staf BPKAD Kabupaten Sorong Maniel Syatfle (MS), Kepala Perwakilan BPK Provinsi Papua Barat Patrice Lumumba Sihombing (PLS), Kasubaud BPK Provinsi Papua Barat Abu Hanifa (AB), dan Ketua Tim Pemeriksa David Patasaung (DP).

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
