Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 November 2023 | 15.25 WIB

Belum Mau Pulang ke Rumah, Dokter Qory Bilang Masih Trauma

 
 

- Kasus hilangnya dokter Qory akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat menjadi buah bibir warganet, sang dokter dipastikan sudah ditemukan dan kini berada di Polres Bogor. (media X @ahriesonta)

 
 
JawaPos.com - Dokter Qory memutuskan masih meminta perlindungan kepada Polres Bogor setelah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya. Sejauh ini, dia tidak mau pulang ke rumahnya di Cibinong, Bogor karena masih trauma.
 
"Belum mau pulang ke rumahnya karena masih trauma. Dan tidak mau pulang ke Tasik, rumah orang tuanya sendiri, karena masih kerja," Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara kepada wartawan, Selasa (21/11).
 
Secara fisik, polisi menyebut kondisi dokter Qory dalam keadaan baik. Terkait mentalnya masih dalam tahap observasi.
 
Sementara, di rumah Qory di Cibinong masih ditinggali oleh mertuanya. "Maka dari itu penyampaiannya karena masih trauma," pungkas Teguh.
 
Sebelumnya, Dokter Qory membuat geger publik karena dilaporkan hilang. Dia pergi dari rumahnya di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat dalam keadaan hamil 6 bulan dan tanpa membawa apapun.
 
 
Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan, kasus ini bermula dari suami dokter Qory, Willy Sulistio melaporkan istrinya ke Polsek Cibinong karena sudah hilang 3 hari. Penyidik pun melakukan penyelidikan lanjutan.
 
"Tim berherak mencari informasi, mengumpulkan keterangan dan barang bukti, saksi di lapangan. Kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan berada di Dinas P2TP2A yang meminta perlindungan. Akhirnya kami berkoordinasi dengan beliau agar bisa menghadirkan ke Polres Bogor," kata Rio kepada wartawan, Sabtu (18/11).
 
Penyidik juga sempat melakukan pengecekan akun media sosial Qory. Sebab, akun tersebut digunakan oleh suaminya untuk memviralkan bahwa Qory hilang.
 
Dari penyelidikan ini, penyidik justru menemukan adanya kasus lain. Yakni dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada Qory oleh suaminya. Peristiwa ini yang membuat Qory kabur dari rumah.
 
Hasil pencarian Qory kemudian membuahkan hasil. Penyidik menemukan Qory meminta perlindungan kepada Dinas P2TP2A. Penyidik selanjutnya meminta kepada dinas untuk menghadirkan Qory ke Polres Bogor.
 
Di Polres, Qory menceritakan semua peristiwa yang terjadi. Menurut dia, KDRT terjadi saat dia hendak memberikan kejutan ulang tahun kepada suaminya sekitar Pukul 00.00 WIB. Kala itu, Willy dan Qory serta 3 anaknya sedang menonton televisi. Qory lalu bergegas mengambil kue ulang tahun, namun sang suami tersinggung hingga terjadi KDRT berupa pengancaman dengan pisau.
 
 
 

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore