JawaPos.com - Seorang tahanan meninggal di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Jawa Timur. Korban diduga mengalami sakit, hingga tidak bisa diselamatkan.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Jawa Timur, Asep Sutandar menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, khususnya dalam layanan kesehatan.
“Kami turut berbela sungkawa kepada keluarga tahanan di Rutan Gresik yang ditinggalkan dan tentu sangat menyesalkan kejadian ini. Saat ini jenasah sudah dimakamkan dan keluarga didampingi dari pihak Rutan Gresik," kata Asep dalam keterangan tertulis, Selasa (31/10).
Asep turun langsung bersama tim dari Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kumham Jatim untuk melakukan peninjauan sekaligus memeriksa layanan dan fasilitas Rutan Gresik.
Berdasarkan penjelasan dari pihak Rutan Gresik, almarhum mengeluh sesak nafas, maka pihak Rutan langsung melakukan tindakan cepat dalam memberi pertolongan dan pengobatan serta segera membawa almarhum ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.
"Kepala Rutan Gresik menyampaikan bahwa pemberian makanan dan minuman serta layanan lain bagi tahanan sudah dilakukan sesuai SOP. Namun akan kami dalami, evaluasi segera kami lakukan di rutan,” ujar Asep.
Terkait isu pungutan liar pada tahanan, Asep memastikan akan melakukan penelusuran guna membuktikan kebenarannya. Sanksi akan diberikan bila isu tersebut terbukti kebenarannya.
“Kami sangat terbuka atas segala pengaduan dari masyarakat maupun Warga Binaan. Jika memang ada dugaan pelanggaran peraturan, akan segera kami lakukan pemeriksaan dan jika benar terbukti, sanksi akan diberikan sesuai peraturan yang berlaku,” tambahnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersinergi dalam penyelenggaraan pemasyarakatan, baik dalam pengawasan kinerja maupun layanan pemasyarakatan.
"Masukan dari masyarakat kami perhatikan, bahkan jika ingin turut serta dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Tidak hanya di Rutan Gresik saja, tetapi seluruh UPT Pemasyarakatan di Jawa Timur," pungkas Asep.