Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Februari 2021 | 03.09 WIB

KKB yang Tewas Dalam Kontak Tembak di Ilaga dari Kodap III

Ilustrasi: Penembakan terhadap puluhan pekerja jembatan di Nduga, Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). - Image

Ilustrasi: Penembakan terhadap puluhan pekerja jembatan di Nduga, Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

JawaPos.com–Kapolres Puncak, Papua, AKBP Dicky Saragih mengakui, anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang tewas dalam baku tembak dengan TNI-Polri di sekitar runway Bandara Ilaga adalah anggota dari Kodap III. Anggota KKB yang tewas dalam kontak tembak bernama Tera Wamang diduga baru tiba dari Beoga, Intan Jaya.

AKBP Saragih menegaskan, kejadian itu diawali penembakan KKB ke anggota TNI-AU yang berjaga di bandara. Tidak ada anggota TNI-Polri yang terluka dalam baku tembak yang berlangsung sekitar dua setengah jam itu.

Kontak tembak terjadi sekitar pukul 09.20 WIT. Anggota Polres Puncak dibantu TNI langsung memperkuat personel yang berjaga di bandara.

”Jenazah anggota KKB itu, saat ini masih berada di Puskesmas Ilaga,” kata AKBP Saragih seperti dilansir dari Antara, Jumat (19/2) malam.

Selama Februari, tercatat dua warga sipil menjadi korban penganiayaan yang dilakukan KKB di Kabupaten Puncak. Yakni pada 9 Februari, seorang tukang ojek dianiaya hingga meninggal dunia. Lalu, Selasa (16/2) seorang ibu rumah tangga mengalami luka-luka, setelah dianiaya KKB yang berpura-pura hendak membeli di kiosnya yang menjual barang kelontong.

Kodap III dipimpin Egianus Kogoya yang wilayah operasinya di Kabupaten Nduga, diduga sudah bergabung dengan kelompok KKB lain di sekitar Kabupaten Puncak.

Sementara itu, seorang aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Timika berinisial ED alias Edo menjalani pemeriksaan intensif di Polres Mimika. Dia diduga memanfaatkan media sosial untuk menghasut generasi muda Papua untuk tidak mengikuti pendaftaran calon Bintara Noken Polri.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto mengatakan, ED diamankan pada Kamis (18/2) petang dan langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

”Setelah dimintai keterangan, yang bersangkutan langsung kami pulangkan. Saat pemeriksaan, dia mengakui membuat postingan di halaman facebooknya yang berisi ajakan kepada generasi muda Papua untuk tidak mendaftarkan diri mengikuti seleksi calon Bintara Noken Polri,” kata AKP Hermanto.

Polres Mimika tidak menahan ED, lantaran terkait kasus yang dituduhkan kepadanya belum ada pihak yang membuat laporan resmi ke polisi.

ED menyatakan bergabung dalam grup media sosial KNPB, salah satu organisasi yang selama ini dikenal sebagai pendukung wilayah Papua melepaskan diri dari NKRI. ED diketahui bergabung menjadi anggota KNPB wilayah Timika. Dia diketahui memegang sejumlah posisi penting pada organisasi pendukung kelompok itu, yakni Juru Bicara KNPB Timika dan Koordinator KNPB Sektor Perintis dan sekitarnya.

AKP Hermanto membantah kabar yang beredar di media sosial di Timika bahwa jajaran kepolisian melakukan penculikan terhadap ED.

”Informasi bahwa dia diculik, itu tidak benar. Kami datang ke rumahnya, saat itu di rumah ada beberapa orang. Saat ditanya keberadaan ED, rekan-rekannya menjawab tidak ada. Ternyata ED bersembunyi di rumah tetangganya,” kata AKP Hermanto.

Bukan kali ini saja ED berurusan dengan aparat kepolisian di Mimika. Sebelumnya, dia pernah terjerat kasus makar dan telah menjalani hukuman penjara di Lapas Timika bersama rekan-rekannya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=wCd7Zy-SkNY

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore