Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Oktober 2023 | 03.04 WIB

Banyak yang Bela Jessica Wongso, Prof Eddy Tertawa Hingga Singgung Kapasitas Intelektual Netizen

Prof Eddy Hiariej (Instagram). - Image

Prof Eddy Hiariej (Instagram).

JawaPos.com - Wamenkumham Prof Eddy Hiariej akhir-akhir ini mendapat sorotan dari netizen yang mendukung Jessica Wongso.

Dalam satu kesempatan di suatu podcast, Prof Eddy Hiariej menyayangkan sikap netizen yang berbeda 180 derajat dibandingkan saat kasus ini mencuat pada 2016 silam.

Wamenkumham menilai para pendukung Jessica Wongso terpengaruh dengan film Netflix yang hanya berdurasi satu setengah jam, alih-alih menyaksikan sidangnya secara keseluruhan.

"Pada saat saya di sidang tahun 2016, itu kan banyak mendapat pujian dari netizen,” tandas Prof Eddy Hiariej, dikutip dari akun TikTok @curhat_sharing_bareng pada Rabu (18/10).

“Padahal itu kan sidang hampir 40 kali sidang kalau saya ga salah. Mereka melihat satu setengah jam, tiba-tiba berubah arah. Tapi begitulah netizen kita," lanjutnya.

Ia mengkhawatirkan penggiringan opini oleh Netflix membuat netizen mendiskreditkan sistem peradilan pidana dalam negeri.

"Satu hal yang saya khawatirkan. Jangan sampai penggiringan opini ini lalu kemudian mendiskreditkan sistem peradilan pidana kita," pungkasnya.

"Kasus Jessica ini kan sudah diperiksa oleh 15 hakim, 3 pada Pengadilan Negeri, 3 pada Pengadilan Tinggi, 3 pada Mahkamah Agung, dia 2 kali PK, dan no dissenting opinion dari 15 hakim," lanjutnya.

Guru Besar Hukum Pidana UGM itu menyebut nama besar hakim Artidjo Alkostar.

Hal itu lantaran Prof Eddy Hiariej merasa aneh dengan netizen yang memuji integritas Artidjo Alkostar, tapi secara bersamaan merendahkan sistem peradilan di Indonesia.

"Ada nama besar Artidjo Alkostar (dalam kasus Jessica). Artinya kalau orang tidak percaya dengan putusan pengadilan, ini kan berbanding terbalik dengan orang percaya integritas Artidjo Alkostar. Tapi begitulah kapasitas intelektual netizen kita," sindir Prof Eddy Hiariej.

Prof Eddy Hiariej juga menertawakan terkait "save Jessica" yang digaung-gaungkan oleh netizen di media sosial.

"Oh, saya ketawa. Mereka kan tidak mengikuti. Jadi bisa bayangkan mereka hanya melihat satu setengah jam, terus kemudian bisa beropini," pungkasnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore