
LEKAS SEMBUH: Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra menjenguk salah satu korban kecelakaan di exit toll Bawen di At-Tin Hospital, Bawen, Kabupaten Semarang (24/9).
JawaPos.com – Penyebab tabrakan beruntun di exit toll Bawen segera diketahui. Kemarin (24/9) polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan teknologi traffic accident analysis (TAA).
Hasil olah TKP akan menjadi dasar penetapan tersangka dalam gelar perkara.
Polres Semarang bersama Ditlantas Polda Jawa Tengah melaksanakan olah TKP menggunakan alat 3D laser scanner. Alat tersebut digunakan untuk membuat rekonstruksi sebelum, sesaat, dan sesudah kejadian. Juga, akan menghasilkan video 360 derajat yang memudahkan penyidik saat melakukan pemeriksaan.
Menurut Dirlantas Polda Jateng Kombespol Agus Suryo Nugroho, kecelakaan truk tronton yang menabrak empat mobil dan sembilan motor tersebut diduga karena rem blong. Namun, petugas harus memastikannya dengan traffic accident analysis. ”Kami membantu dalam olah TKP ini,” katanya kepada Jawa Pos.
Dilansir dari Radar Semarang, Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra mengungkapkan, TAA bertujuan untuk menginvestigasi penyebab kecelakaan. Serta, bisa menjadi salah satu bahan yang digunakan untuk pemeriksaan. ”Hasil pemeriksaan dan penyidikan yang kami lakukan akan kami gelarkan untuk menentukan status dari pengemudi truk tersebut,” jelasnya.
OLAH TKP: Jajaran Ditlantas Polda Jawa Tengah menggunakan 3d laser scanner saat kegiatan traffic accident analysis di lokasi kecelakaan kemarin (24/9).
Bukan hanya itu, manfaat dari TAA juga bisa menjadi bahan untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam menyiapkan alternatif-alternatif. Sebab, kontur di pertigaan exit toll Bawen cenderung menurun dan berbelok. ”Dengan bahan tersebut, bisa kami gunakan untuk membuat alternatif seperti apa yang bisa dilakukan untuk mencegah peristiwa yang serupa,” terangnya.
Sementara itu, dari hasil pemeriksaan Unit Laka Ambarawa, diketahui bahwa sopir truk tronton yang menjadi penyebab kecelakaan tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) sesuai dengan golongan kendaraan yang dikemudikan. Pengemudi truk atas nama Agus Riyanto, 44, asal Klepu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, itu hanya memiliki SIM A. ”Kami juga sudah mengumpulkan alat bukti yang lain seperti rekaman CCTV. Kemudian, melakukan pemeriksaan kepada orang-orang yang melihat peristiwa tersebut,” jelas Oka.
Di sisi lain, truk dengan nomor polisi AD 8911 IA yang dikemudikan Agus Riyanto sudah tujuh tahun tak menjalani uji kir. ”Kami telusuri hingga ke Solo. Terakhir uji kir 22 Oktober 2016. Ini tentu sudah lalai dalam merawat. Apalagi, truk tersebut memang transportasi angkut barang,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang Djoko Nur.
Dishub Kabupaten Semarang hingga saat ini terus melakukan evaluasi. Tak hanya kelayakan truk, tetapi juga kondisi sopir. Kecelakaan di exit toll Bawen itu bukan yang pertama. Kondisi jalan yang menurun menjadi salah satu faktor penyebabnya. ”Namun, yang terjadi Sabtu kemarin truk tidak ada muatan. Sehingga evaluasi kami bagaimana kecepatannya dan tentu kondisi hingga habit sopir saat membawa kendaraan,” lanjutnya.
Korban kecelakaan beruntun tersebut mencapai 30 orang. Tiga di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian, satu meninggal di rumah sakit, dan lainnya mendapatkan perawatan di tiga rumah sakit. Yaitu, RS At-Tin Bawen, RS Ken Saras Bawen, dan RSUD Gunawan Mangunkusumo Ambarawa.
DI KOLONG TRUK: Petugas kepolisian dibantu Damkar Kabupaten Semarang dan warga mengevakuasi motor yang tertabrak truk di exit toll Bawen pada Sabtu (23/9) malam.
Terpisah, Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan mengungkapkan, pihaknya sudah berkali-kali mengupas dan memberikan saran terkait kecelakaan akibat rem blong. Kasus semacam itu kerap terjadi di jalan menurun. Hal itu dipicu dari kesalahan penggunaan gigi di jalan menurun. Biasanya, pengemudi menggunakan gigi tinggi yang akhirnya memaksa untuk mengerem berkali-kali dan berujung pada rem blong.
Semakin tinggi tempatnya, semakin berat kendaraannya, dan semakin cepat kendaraannya, maka semakin besar risiko rem blongnya. ”Sehingga melakukan pengereman berulang dan berujung tiga hal, kampas panas brake fading, minyak rem panas vapor lock, atau anginnya tekor,” ungkapnya.
Dia menyarankan, pengemudi kendaraan besar dapat menggunakan rem pembantu saat mendapati jalan menurun. Fungsinya mengurangi putaran mesin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
