
Momen penyerahan jenazah Imam Masykur kepada keluarga.
JawaPos.com - Kerabat mendiang Imam Masykur, Mukhsin Buchari, menegaskan bahwa video penganiayaan yang dilakukan anggota Paspampres Praka Riswandi Manik bersama dua pelaku oknum anggota TNI lainnya benar adanya. Dalam status di akun Instagram pribadinya @ucinspiky menyebutkan, video yang tersebar di media sosial dan viral bukanlah hoax.
"Sekarang ada yang mengatakan bahwa video yang tersebat adalah hoax. Perlu kami perjelas, bahwa tersangka meneror keluarga korban, tersangka mengirimkan kepada keluarga korban," kata Mukhsin Buchari di akun Instagramnya seperti dilansir Pojoksatu.id (Jawa Pos Group).
Mukhsin menuturkan, bahwa video yang dikirim oleh kelompok pelaku penganiayaan itu video dengan bekas penganiayaan di belakang punggung korban dengan kondisi memar merah. Video yang dikirim pelaku, kata Mukhsin, adalah video asli untuk memeras keluarga korban.
"Video pukulan di belakang atau penganiayaan di belakang dengan memar merah. Itu adalah video yang dikirmkan tersangka kepada keluarga korban," ujar Mukhsin.
Video penganiayaan terhadap Imam Masykur yang dikirimkan kepada keluarga korban dikirim langsung oleh tersangka menggunakan HP korban dengan niatan meminta uang tebusan. "Yang mengirimkannya adalah tersangka. Dia memakai HP dari Imam Masykur. Dari HP Masykur dikirimkan langsung ke keluarga Masykur," tegas Mukhsin.
Tujuan pelaku menggunakan handphone Masykur tak lain agar sang keluarga segera mengirimkan uang tebusan kepada pelaku. "Tujuannya agar cepat ditransfer uang Rp 50 juta itu, tapi setelah beberapa saat video itu dihapus kembali. Jadi keluarga sempat menyimpan video itu," tegas Mukhsin.
"Tapi percapakan di HH Masykur langsung dihapus, langsung ditarik," imbuhnya.
Seperti diketahui, Imam Masykur harus kehilangan nyawa usai diculik dan dianiaya oleh oknum anggota Paspampres Riswandi Manik dan kawan-kawannya. Peristiwa penculikan pria asal Desa Mon Kelayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh itu terjadi pada Sabtu, 12 Agustus 2023 lalu di Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.
Dari kesaksian warga, pelaku penculikan berjumlah sekitar tiga orang. Para pelaku datang langsung membawa pergi korban menggunakan mobil secara paksa. Teranyar, tiga anggota TNI telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tewasnya Imam Masykur.
Kasus penculikan dan penganiayaan hingga berakhir dengan kematian diduga dilatarbelakangi oleh persoalan ekonomi. Para pelaku diduga mengharapkan uang tebusan dari aksi menculik Imam Masykur. Atas ulahnya, para pelaku terancam hukuman mati.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
