
Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen berupaya mendamaikan masyarakat yang membawa senjata tajam tradisional. Marius Frisson Yewun/Antara
JawaPos.com–Perang yang terjadi antara masyarakat dua kampung berbeda di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Rabu (9/9), mengakibatkan lima orang terluka terkena anak panah.
Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, mengatakan, perang bermula saat tiga orang tidak dikenal terlihat membakar satu rumah tradisional tidak berpenghuni di kawasan Kampung Meagama, Distrik Hubikosy.
”Dengan pembakaran itu, bentrok tak dapat dihindari. Sehingga, ada tiga korban di pihak Pelebaga, dua korban di pihak Meagama Distrik Hubikosy. Semua korban hanya luka-luka. Semua panah masuk di betis dan paha,” kata Dominggus Rumaropen seperti dilansir dari Antara pada Kamis (10/9).
Kepolisian masih mendalami tiga orang tidak dikenal yang diduga menjadi pemicu perang dengan membakar rumah tradisional tidak berpenghuni yang dibangun di hutan tersebut. Dari terbakarnya honai itu, pihak Meagama mencurigai bahwa pembakaran dilakukan masyarakat Wukahilapok di Distrik Pelebaga.
”Sehingga mereka melakukan penyerangan ke perbatasan antara kedua kampung itu dan mengakibatkan lima warga terkena panah,” ujar Dominggus Rumaropen.
Sebelum terjadi perang pada Rabu (9/9), yang berlangsung sejak siang sampai sore, masyarakat masing-masing kampung siaga dengan senjata tradisional. Sebab, ada isu yang dihembuskan oleh orang tidak dikenal bahwa adanya aksi saling perang.
”Isu sampai ke masyarakat Meagama bahwa masyarakat Pelebaga ada yang kena panah. Sehingga, Meagama siaga. Isu lain juga menyebutkan bahwa masyarakat Meagama kenapa panah dan mati di RSUD sehingga mereka saling jaga. Tetapi setelah kami cek, ternyata isu itu semua bohong,” terang Dominggus Rumaropen.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=IR43Mf0gP94

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
