Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 September 2020 | 23.32 WIB

Perang Antarkampung di Jayawijaya, Lima Orang Luka Terkena Anak Panah

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen berupaya mendamaikan masyarakat yang membawa senjata tajam tradisional. Marius Frisson Yewun/Antara - Image

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen berupaya mendamaikan masyarakat yang membawa senjata tajam tradisional. Marius Frisson Yewun/Antara

JawaPos.com–Perang yang terjadi antara masyarakat dua kampung berbeda di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Rabu (9/9), mengakibatkan lima orang terluka terkena anak panah.

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, mengatakan, perang bermula saat tiga orang tidak dikenal terlihat membakar satu rumah tradisional tidak berpenghuni di kawasan Kampung Meagama, Distrik Hubikosy.

”Dengan pembakaran itu, bentrok tak dapat dihindari. Sehingga, ada tiga korban di pihak Pelebaga, dua korban di pihak Meagama Distrik Hubikosy. Semua korban hanya luka-luka. Semua panah masuk di betis dan paha,” kata Dominggus Rumaropen seperti dilansir dari Antara pada Kamis (10/9).

Kepolisian masih mendalami tiga orang tidak dikenal yang diduga menjadi pemicu perang dengan membakar rumah tradisional tidak berpenghuni yang dibangun di hutan tersebut. Dari terbakarnya honai itu, pihak Meagama mencurigai bahwa pembakaran dilakukan masyarakat Wukahilapok di Distrik Pelebaga.

”Sehingga mereka melakukan penyerangan ke perbatasan antara kedua kampung itu dan mengakibatkan lima warga terkena panah,” ujar Dominggus Rumaropen.

Sebelum terjadi perang pada Rabu (9/9), yang berlangsung sejak siang sampai sore, masyarakat masing-masing kampung siaga dengan senjata tradisional. Sebab, ada isu yang dihembuskan oleh orang tidak dikenal bahwa adanya aksi saling perang.

”Isu sampai ke masyarakat Meagama bahwa masyarakat Pelebaga ada yang kena panah. Sehingga, Meagama siaga. Isu lain juga menyebutkan bahwa masyarakat Meagama kenapa panah dan mati di RSUD sehingga mereka saling jaga. Tetapi setelah kami cek, ternyata isu itu semua bohong,” terang Dominggus Rumaropen.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=IR43Mf0gP94

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore