
Ilustrasi pasien dirawat. Antara
JawaPos.com–Aparat Kepolisian Sektor Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menangani kecelakaan antara kereta api dengan mobil di Desa Baye, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Akibat kejadian itu, tiga orang meninggal dunia.
”Kami tangani kecelakaan antara kereta api dengan mobil tadi. Sekarang korban sudah dibawa ke rumah sakit,” kata Kepala Polsek Pagu AKP Hariyanto seperti dilansir dari Antara di Kediri pada Senin (17/8).
Hariyanto menjelaskan, kereta api menabrak mobil Izusu Panther di Dusun Gempolan, Desa Baye, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, pada Senin (17/8) sekitar pukul 08.45 WIB. Lokasi kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Saat itu, KA Dhoho jurusan Surabaya–Blitar, melintas dari arah utara ke selatan.
Saat di lokasi, lanjut Hatiyanto, mobil Izusu Panther warna hitam dengan nomor polisi AG 1389 GN, melintas dari arah barat ke timur dengan satu sopir dan dua orang penumpang. Sebab, jarak yang diduga sudah dekat, mobil tersebut tertabrak kereta api. Mobil sempat terseret hingga kurang lebih 300 meter. Bagian samping mobil penyok tertabrak kereta. Akibat kejadian tersebut, tiga orang yang ada di mobil tersebut meninggal dunia karena mengalami luka yang cukup parah.
Laju kereta api terhenti setelah kejadian tersebut. Warga yang mengetahui tabrakan, langsung berusaha membantu mengevakuasi kendaraan. Menurut Hariyanto, Tiga korban yang meninggal dunia di lokasi tersebut langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum et repertum. Ketiga korban yang meninggal adalah Suwito, 65, dan Nur Kotim, 55, keduanya warga Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo, serta Etik, 50, warga Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Polisi menduga kejadian kecelakaan tersebut karena unsur kurang hati-hati dari sopir yang diduga tergesa-gesa. Berdasar inforemasi mereka bertujuan ke Pare, Kabupaten Kediri, untuk berobat. ”Di lokasi tersebut tidak ada palang pintu maupun petugas. Karena sopir usia lanjut dengan pendengaran terganggu, sehingga tidak mendengar ada kereta api yang melintas dari arah utara ke selatan,” terang Hariyanto.
Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengakui, di lokasi tersebut tidak ada palang pintu, namun ada rambu-rambu yang dipasang Pemerintah Provinsi Jatim. Sehingga warga yang hendak menyeberang bisa melihat rambu-rambu lalu lintas.
”Ada rambu-rambu yang dipasang. Jadi, sesuai dengan peraturan memang setiap kendaraan harus mengutamakan perjalanan KA,” kata Ixfan.
Sementara itu, setelah proses evakuasi korban dan kendaraan disingkirkan, kereta api melanjutkan perjalanan. Perjalanan kereta lain yang sempat terganggu kembali normal.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=vZJcy-zxkAY

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
