Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Agustus 2020 | 00.26 WIB

Polresta Cirebon Duga Elf Kecelakaan di Cipali Travel Bodong

Kapolresta Cirebon Kombespol M. Syahduddi memberikan keterangan terkait kecelakaan di Tol Cipali Km 184. Khaerul Izan/Antara - Image

Kapolresta Cirebon Kombespol M. Syahduddi memberikan keterangan terkait kecelakaan di Tol Cipali Km 184. Khaerul Izan/Antara

JawaPos.com–Mikrobus Elf D 7013 AN yang terlibat kecelakaan di Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) Km 184.300 mengakibatkan delapan orang meninggal dunia diduga merupakan travel bodong. Dari temuan di lapangan, kendaraan yang mengalami kecelakaan tersebut berpelat nomor hitam.

Kapolresta Cirebon, Jawa Barat, Kombespol M. Syahduddi mengatakan, kendaraan itu mengangkut penumpang yang dikenakan tarif dan mempunyai tarif tertentu serta tujuan yang sudah ditentukan.

”Patut diduga mengarah kesana (travel bodong). Tapi, akan kita pastikan lagi karena fakta di lapangan seperti itu,” kata M. Syahduddi seperti dilansir dari Antara di Cirebon pada Selasa (11/8).

Dia mengatakan, dari keterangan para penumpang yang dirawat, mereka naik dari beberapa tempat seperti Cipinang, Jatiasih, Cikarang, dan dipungut biaya dengan tujuan ke daerah di Jawa Tengah.

”Ada beberapa dugaan terkait penemuan tim di lapangan seperti kendaraan ini pada kenyataannya mengangkut penumpang. Namun masih berpelat hitam ada dugaan pelanggaran trayek yang harus kita tindak lanjuti,” ujar M. Syahduddi.

Saat ini, lanjut Syahduddi, pihaknya masih terus melakukan pendalaman dengan memeriksa hasil temuan di lapangan dan juga Dishub Kabupaten Brebes yang memberikan izin trayek. Apakah kendaraan yang mengalami kecelakaan tersebut sudah mempunyai izin trayek atau tidak masih perlu ditelusuri lebih lanjut. ”Kita crosscheck dengan pengusahanya serta pihak terkait yang menyelenggarakan perizinan,” kata M. Syahduddi.

Sementara itu, Wakil Direktur  Pelayanan Medis Rumah Sakit (RS) Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Pundi Ferianto mengatakan, ada dua korban kecelakaan yang sudah diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan. Sedangkan, 13 orang lain masih dirawat intensif.

”Dua korban ini hanya mengalami luka ringan sehingga tidak butuh perawatan yang terlalu lama. Sedangkan 13 korban lain masih menjalani perawatan secara intensif di RS Mitra Plumbon karena mengalami cedera yang cukup parah,” ujar Pundi Ferianto.

Dia menyebutkan, 13 korban tersebut rata-rata mengalami luka di bagian kepala dan juga patah tulang sehingga membutuhkan perawatan yang cukup lama. ”Dari 3 pasien yang dirawat RS Mitra Plumbon satu orang berada di ruang high care unit atau HCU. Hampir semua sebagian besar ada cedera kepala ringan,” terang Pundi Ferianto.

Pihaknya masih melakukan observasi kepada para korban terutama yang mengalami cedera kepala, karena dikhawatirkan ada keluhan ketika pulang ke rumah. ”Masih kita observasi, karena kalau cedera kepala perlu diobservasi jangan sampai nanti ada keluhan lain saat sampai rumah,” kata Pundi Ferianto.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=6l3ne-DM0_s

 

https://www.youtube.com/watch?v=MlLlFBcsqBM

 

https://www.youtube.com/watch?v=NuSZjiXAg8U

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore