Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Juni 2020 | 19.05 WIB

Selamat dengan Kursi Lontar, Pilot TNI-AU Teriak Minta Tolong

Pesawat militer dari Skadron Udara 12 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin yang jatuh di Desa Kubang Jaya, Kampar, Riau, Snin (15/6). (Antara) - Image

Pesawat militer dari Skadron Udara 12 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin yang jatuh di Desa Kubang Jaya, Kampar, Riau, Snin (15/6). (Antara)

JawaPos.com – Latihan pesawat tempur berujung kecelakaan kemarin pagi (15/6). Pesawat Hawk 209 yang bermarkas di Pangkalan Udara TNI-AU Roesmin Nurjadin itu jatuh ketika hendak landing. Dua rumah rusak berat tertimpa pesawat. Untung, pilot Lettu Pnb Apriyanto Ismail masih sempat menyelamatkan diri.

Lokasi jatuhnya pesawat memang berada di kawasan permukiman warga. Tepatnya di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. ”Empat kilometer dari ujung runway 36,” ucap Kepala Dinas Penerangan TNI-AU (Dispenau) Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto.

Pesawat tersebut, jelas Fajar, sebenarnya dijadwalkan mendarat pukul 08.13 setelah melakukan latihan rutin. Dari markas, Apriyanto diminta landing menggunakan runway 36 Pangkalan Udara TNI-AU Roesmin Nurjadin. Perintah itu dilaksanakan. Namun, belum sempat mendarat, masalah keburu muncul. ”Pesawat kehilangan power. Pilot Lettu Pnb Apriyanto Ismail memutuskan untuk eject,” ungkapnya.

Kursi pelontar berhasil menyelamatkan nyawa Apriyanto. Namun, burung besi dengan nomor ekor TT 0209 tersebut melesat menghunjam tanah. Posisi jatuhnya di area permukiman warga. Pesawat menimpa dua rumah. Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, pesawat sempat terbakar. ”Pesawat kondisi rusak berat atau total loss,” ucap Fajar. Dia menambahkan, tidak ada korban karena dua rumah itu kosong.

Meski sudah mendapat laporan dari lapangan, Fajar belum bisa menjelaskan secara terperinci penyebab pesawat tersebut kehilangan tenaga. Alasannya, dibutuhkan waktu untuk memeriksa penyebab kecelakaan. ”Masih dalam proses investigasi,” imbuhnya. Selain keterangan pilot, TNI-AU perlu mencari data dari pesawat yang rusak total itu.

Lebih lanjut Fajar menjelaskan, Apriyanto langsung dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr Soekirman. Dia memastikan bahwa pesawat yang tergabung dalam Skadron Udara 12 Panther Hitam itu masih dalam kondisi baik. ”Sudah dicek,” tambahnya. Perawatan pun berjalan sebagaimana mestinya.

Hawk 209 merupakan pesawat yang sudah lebih dari dua dekade menjadi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI-AU. Data dari laman resmi TNI-AU menyebutkan, pesawat tersebut sudah bergabung sejak 1997. Sebelum kecelakaan kemarin pagi, pesawat yang sama pernah celaka pada 2012.

Wakil Ketua MPR Arsul Sani angkat bicara terkait insiden jatuhnya pesawat milik TNI-AU kemarin. Menurut dia, jatuhnya pesawat tersebut kian menambah keyakinan bahwa alutsista TNI tidak hanya memerlukan modernisasi dengan pengadaan yang baru, tetapi juga perawatan dan overhaul.

Arsul menyebutkan, Kementerian Keuangan perlu meningkatkan lagi anggaran TNI, terutama untuk pengadaan alutsista. Sekjen PPP itu mengungkapkan, sejak Prabowo Subianto menjabat menteri pertahanan, upaya peningkatan anggaran sudah dilakukan. ”Namun, anggaran tersebut belum cukup dan perlu diberikan ruang kenaikan anggaran yang lebih besar lagi,” tutur dia.

Pilot Berteriak Minta Tolong

”Tolong, tolong...!” Teriakan tersebut mengagetkan Hotma Nurjana, warga di sekitar lokasi kejadian. Dia lantas bergegas keluar rumah. Saat itulah Hotma melihat Lettu Pnb Apriyanto terkapar di tanah. Rupanya, kursi lontarnya mendarat di atap rumah warga. Apriyanto sendiri jatuh terguling-guling ke tanah. Lokasinya sekitar 300 meter dari tempat pesawat jatuh.

Warga langsung menolong Apriyanto. Indra Kusuma, seorang warga yang turut menolong Apriyanto, mengaku membantu membuka helm di kepala sang pilot. Saat helm terlepas, wajah Apriyanto terlihat pucat dan lemas. Meski begitu, tidak ada luka serius. ”Saya lihat hanya memar di bagian mata. Kami kasih salep dan minum,” terangnya kepada Riau Pos.

Sementara itu, beberapa warga di sekitar lokasi kejadian menyatakan melihat benda terbakar di udara sebelum pesawat jatuh. ”Saya melihat seperti api terbang di langit dan terdengar seperti suara keras. Ternyata pesawat jatuh di perumahan,” ujar Abu Bakar, warga setempat.

Tak berselang lama, sejumlah personel TNI-AU dari Lanud Roesmin Nurjadin tiba. Mereka langsung mengamankan dan menjaga area di sekitar pesawat tempur itu terjatuh. Kemudian disusul kedatangan beberapa mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Pekanbaru serta TNI-AU.

Satu rumah yang rusak adalah milik Amir Hamzah. Kerusakan ada di bagian belakang rumah yang dipakai untuk dapur. ”Di sana tidak ada barang, hanya mesin air,” ungkap Roni Tuah, putra Amir Hamzah. ”Rumah itu rencananya disewakan. Makanya sekarang lagi kosong,” imbuhnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=3z1cFRo1a5A

 

https://www.youtube.com/watch?v=W_vf4aTsakM

 

https://www.youtube.com/watch?v=jhFa8SGvxY0

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore