
Evi Apita Maya, Caleg DPD di MK. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos )
JawaPos.com - Calon anggota DPD RI daerah pemilihan (dapil) Nusa Tenggara Barat (NTB), Evi Apita Maya, meyakini hampir semua calon anggota legislatif (caleg) pada pemilu 2019 ingin tampil lebih cantik atau ganteng. Bahkan sejumlah caleg tampil tidak seperti hari-hari biasanya.
"Semua diedit. Ada yang pake baju sasak, itu kan demi memberikan tampilan yang bagus. Termasuk beliau (Farouk) sendiri juga (fotonya) diedit kok, jangan bohong lah," kata Evi dalam pembelaannya di sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pileg di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (18/7).
Menurut Evi, dirinya tidak ingin menjelek-jelekkan rekan caleg dapil di NTB lainnya. Dia menilai, dari 27 calon yang ada, semuanya menampilkan foto terbaik versi masing-masing.
Evi berpendapat, setiap calon pemimpin yang ingin menampilkan identitasnya di depan umum, pastinya ingin dikenal. Maka dari itu, Evi menilai wajar jika mereka menampilkan foto terbaik.
"Ya, termasuk saya yang tampil ingin ikut kontestasi, wajar dong saya. Masa saya foto bangun tidur. Wajar. Perlulah saya dandan sedikit," jelas Evi.
Kehadiran Evi di sidang PHPU yang digelar di MK itu sekaligus menunjukkan bahwa tindakannya memoles wajah untuk kepentingan pileg bukanlah pelanggaran. "Tuduhan itu saya sangkal dengan kehadiran saya di sini. Jadi, daripada ribut, dan untuk membuktikan secara langsung, secara subjektif orangnya datang. Dan masyarakat bisa menilai, terutama hakim bisa menilai," kata Evi sebelum memasuki ruang sidang panel III.
Calon anggota DPD NTB nomor urut 26 itu juga mengaku heran dengan gugatan Pemohon yakni calon anggota DPD NTB Farouk Muhammad karena mempersoalkan editan pasfoto dirinya di surat suara dan alat peraga kampanye. Menurutnya, foto dirinya tidaklah berlebihan dan bermaksud menipu masyarakat.
"Saya nggak tahu batasan berlebihan itu seperti apa. Yang jelas namanya kita ingin tampil, ingin memberikan foto terbaik, kita punya persiapan matang," ucap Evi.
"Padahal ukuran cantik itu subjektif," sambungnya.
Informasi saja, calon anggota DPD RI petahana dari dapil NTB Farouk Muhammad mempersoalkan calon DPD peraih suara terbanyak Evi Apita Maya. Farouk menduga Evi menggunakan foto rekayasa di luar batas kewajaran sehingga tampak cantik dan menarik.
Dalam dalil permohonan, Farouk menyebut foto rekayasa hingga mengubah identitas termasuk pelanggaran administrasi. Farouk juga mempersoalkan Evi Apita Maya secara sengaja memajang foto diri dengan logo DPD RI pada spanduk yang digunakan sebagai alat peraga kampanye, padahal belum pernah menjabat sebagai anggota DPD sebelumnya.
Atas perbuatannya itu, Evi Apita Maya disebut secara nyata mengelabui dan menjual lambang negara untuk menarik simpati rakyat NTB, sehingga memperoleh suara terbanyak.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
