Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 September 2015 | 12.08 WIB

Astaga, Muncikari Anggita Sari Ternyata Mahasiswa

Dua tersangka muncikari bagi Anggita Sari, Alen Saputra dan Alfania Tiar. - Image

Dua tersangka muncikari bagi Anggita Sari, Alen Saputra dan Alfania Tiar.

JawaPos.Com - Dua muncikari yang menjajakan model Anggita Sari dalam prostitusi online ternyata berstatus mahasiswa. Dua mucikari itu adalah Alen Saputra, 25, dan Alfania Tiar, 23.





Meski begitu, mereka cukup lihai mengelola bisnis haram itu. Mereka bahkan memiliki koleksi 85 perempuan cantik yang siap melayani syahwat pria.



Alen dan Alfania merupakan mahasiswa perguruan tinggi swasta di Semarang. Sebelum menjadi muncikari, Alfania ternyata juga nyambi bekerja sebagai PSK di daerah kampusnya.



Sementara Alen dikenal sebagai teman dekat Alfania. Setelah sekian lama melanglang buana sebagai PSK, Alfania memiliki relasi yang luas di dunia esek-esek. Dia lalu mengajak Alen mendirikan Princess Management.



Itu adalah nama semacam koordinator bisnis prostitusi. Mereka membuat akun di media sosial dengan nama itu pula. Kemudian Princess Management merekrut perempuan-perempuan cantik yang bersedia menjadi PSK. Alen dan Alfania pula yang mencarikan pelanggannya.



Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Matanette menjelaskan, nama Princess Management memang selalu digunakan untuk merekrut PSK, lalu menjualnya ke pria hidung belang. Di dunia prostitusi online, nama Princess Management cukup beken. Layanan mereka dikenal memuaskan.



Menurut Takdir, dua muncikari itu memiliki koleksi 65 PSK tetap -termasuk Anggita Sari- dan 20 orang freelance. Status freelance diberikan kepada mereka yang bergabung melalui koneksi anggota sebelumnya. "Jadi, mereka merekrut PSK dari mulut ke mulut pekerja sebelumnya," katanya di Polrestabes Surabaya Kamis(10/9).



Penangkapan dua muncikari tersebut berawal dari keterangan para saksi yang diperiksa sebelumnya. Polisi mengetahui bahwa dua pelaku sempat berada di sekitar kampusnya di Semarang.



Namun, pelaku ternyata cukup cerdik. Mereka tidak pernah menetap dalam waktu lama di satu lokasi. Dari Semarang, dua mucikari tersebut pindah ke Jogjakarta, lalu bergeser ke Cirebon, setelah itu menuju Jakarta.



Untuk mengelabui polisi, mereka sering mengganti nama akun media sosial. "Saat kami cek kemarin, akun Princess Management sudah ganti nama menjadi Angel," kata polisi berpangkat dua melati di pundak itu.



Di Jakarta, polisi mendapat informasi bahwa Alen dan Alfania menginap di sebuah hotel di kawasan Jakarta Pusat. Tanpa perlawanan, dua orang itu dibekuk. Polisi juga mengamankan 3 handphone, 1 buku rekening, uang Rp 9 juta, 3 kondom, dan 1 kunci kamar hotel.



Kepada polisi, Alen dan Alfania mengaku memiliki jaringan prostitusi online di kota-kota besar. Yakni, Jakarta, Jogjakarta, Bali, Bandung, Solo, Semarang, dan Surabaya.



Hingga kemarin, polisi terus memeriksa dua mucikari tersebut. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya artis atau model lain yang bergabung dalam prostitusi online tersebut. Caranya dengan melacak nomor rekening, nomor telepon, dan BBM dua pelaku.



Sementara itu, Alfania enggan berkomentar banyak saat ditanya wartawan. Dia hanya mengatakan bahwa Princess Management baru sebulan berdiri. Perempuan-perempuan yang direkrutnya berusia 20-26 tahun. Kebanyakan perempuan tersebut bekerja sebagai model dan sales promotion girl (SPG).



Namun, ada juga yang masih berstatus mahasiswi. "Anggota direkrut kenalan sebelumnya. Karena itu, saya tidak mengenal mereka langsung," kilahnya.(ian/c7/oni)

Editor: Ayatollah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore