Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 September 2015 | 14.12 WIB

Gencar Jatuhkan Bom Air dan Tangkap Pembakar

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya. - Image

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya.

JawaPos.Com - Upaya mengurangi titik api yang menjadi sumber asap di Sumatera dan Kalimantan terus dilakukan. Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta BNPB berkoordinasi untuk melakukan pemadaman di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.





Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya menyatakan, kondisi udara di wilayah Riau kemarin (9/9) tertolong dengan adanya hujan lebat saat pagi dan hujan ringan saat siang. Di Riau, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei secara langsung memimpin rapat di posko Pekanbaru.



“Rapat itu diadakan untuk koordinasi pelaksanaan water bombing,” ungkap Siti melalui pesan singkatnya.



Begitu juga halnya dengan wilayah Sumatera Selatan, aktivitas pemadaman lanjutan dari udara dan darat terus dilakukan. “Jarak pandang 800 meter dan runway visual range (RVR) masih cenderung normal,” ungkapnya.



Meski demikian, pemadaman kebakaran hutan dan lahan mengalami kendala di Jambi. “adi minta tambahan helikopter. Kami sedang usahakan dengan pengecekan BNPB terkait hal tersebut,” ujarnya.



Sejak kemarin (9/9) Direktur Jenderal Planologi San Afri Awang juga telah mengumpulkan data melalui jalur darat. Yakni, dari Palembang, Jambi, Riau, dan Bayung Lincir. Penerbangan di Stasiun Palembang masih berjalan normal dengan 32 kali penerbangan per hari.



“Asap tebal memang terjadi di Kota Jambi, ISPU-nya (indeks standar pencemaran udara, red) 348 (sudah sangat tidak sehat), jarak pandang 200 m,” ungkapnya.



Untuk wilayah Kalimantan Barat, KLHK mengadakan operasi tangkap tangan bagi perusahaan yang diduga melakukan pembakaran. Ada tujuh perusahaan, 5 di kabupaten Ketapang dan 2 di Kabupaten Kubu Raya. Berbeda untuk wilayah Kalimantan Tengah, komando operasi dipegang Danrem dan didukung langsung oleh pusat dan BNPB.



Memburuknya bencana asap dan kekeringan mendapat perhatian Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim. Melihat kondisi tersebut, Lukman mengimbau umat Islam agar melaksanakan salat Istisqa, salat sunah dua rakaat untuk memohon turun hujan.



“Kami berharap peran serta para ulama, pimpinan ormas Islam, dan imam masjid agar berinisiatif mengajak masyarakat salat Istisqa,” tutur politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.



Tak lupa, Lukman juga mengharapkan doa dari para jemaah haji yang kini berada di Tanah Suci. “Tolong doakan agar kondisi kekeringan dan asap yang mengganggu segera sirna,” tambahnya.(lus/mia/c7/kim/JPG)

Editor: Ayatollah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore