Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 September 2015 | 14.08 WIB

Ini Dia Kasus Besar Tinggalan Buwas untuk Anang Iskandar

Komjen Anang Iskandar. - Image

Komjen Anang Iskandar.

JawaPos.Com - Banyak pihak khawatir pasca-pencopotan Komjen Budi Waseso dari Bareskrim Polri akan membuat Korps Bhayangkara tak garang lagi dalam memberantas kasus. Namun, pria yang akrab disapa Buwas ini mengingatkan kepada para pelaku tindak pidana khususnya korupsi agar jangan besar kepala.





Buwas mengatakan, penggantinya di Bareskrim, Komjen Anak Iskandar pasti akan membuat istitusi bergengsi di Polri itu makin baik. "Beliau (Anang Iskandar) lebih senior, pengalaman hidupnya lebih banyak terlebih makan asam garam," tuturnya kepada awak media tadi (4/9).



Karenanya Buwas juga mengingatkan para pelaku pidana yang kasusnya ditangani Bareskrim agar tidak tertawa dulu. "Gak usahlah. Saya yakin pak Anang bisa menangani kasus yang saat ini ada di Bareskrim," sambungnya.



Buwas menjelaskan, ada kasus-kasus besar yang ditangani Bareskrim di era kepemimpinannya. Misalnya, kasus mobile crane di Pelindo, korupsi di Yayasan Pertamina, ataupun penjualan kondensat bagian negara  yang nilai kerugiannya triliunan rupiah.



Selain itu ada juga kasus penggelapan tanah di Karawang, Jawa Barat yang melibatkan Dirut PT Adyaesta Ciptatama, Johnny Wijaya. "Saya akan mengingatkan (Komjen Anang Iskandar), pokoknya semua (kasus-kasus) lama maupun yang baru kita sidik. Ada TPPI, mobile crane, Pertamina Foundation, termasuk kasus pemalsuan dan penggelapan tanah (Dirut PT Adyaesta Ciptatama, Johnny Wijaya)," tegasnya.



Buwas menjelaskan, penanganan perkara dugaan korupsi dan pencucian uang penjualan Kondensat yang melibatkan BP Migas (SKK Migas) dan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) sudah memasuki babak akhir. Kini, berkas perkara tiga tersangka kasus itu sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.



Sementara dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan mobile crane di PT Pelindo II, polisi sudah menetapkan Ferialdy Nurlan sebagai tersangkanya. Ferialdy adalah direktur operasi dan teknik di BUMN yang dipimpin RJ Lino itu.



Sedangkan perkembangan kasus dugaan pemalsuan dan penggelapan tanah seluas 300 hektar yang terletak di Karawang, Jawa Barat, terus berjalan. Terakhir, penyidik sudah memeriksakan dokumen yang digelapkan oleh Direktur Utama PT Adyaesta Ciptatama, Johnny Wijaya ke Laboratorium Forensik Mabes Polri.



Buwas menegaskan, dirinya hanya tidak ingin menambah beban ke Komjen Anang Iskandar yang merupakan seniornya di akademi kepolisian. "Saya tidak ingin membebani Kabareskrim baru," tukasnya.(elf/JPG)

Editor: Ayatollah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore