
Komjen Anang Iskandar.
JawaPos.Com - Banyak pihak khawatir pasca-pencopotan Komjen Budi Waseso dari Bareskrim Polri akan membuat Korps Bhayangkara tak garang lagi dalam memberantas kasus. Namun, pria yang akrab disapa Buwas ini mengingatkan kepada para pelaku tindak pidana khususnya korupsi agar jangan besar kepala.
Buwas mengatakan, penggantinya di Bareskrim, Komjen Anak Iskandar pasti akan membuat istitusi bergengsi di Polri itu makin baik. "Beliau (Anang Iskandar) lebih senior, pengalaman hidupnya lebih banyak terlebih makan asam garam," tuturnya kepada awak media tadi (4/9).
Karenanya Buwas juga mengingatkan para pelaku pidana yang kasusnya ditangani Bareskrim agar tidak tertawa dulu. "Gak usahlah. Saya yakin pak Anang bisa menangani kasus yang saat ini ada di Bareskrim," sambungnya.
Buwas menjelaskan, ada kasus-kasus besar yang ditangani Bareskrim di era kepemimpinannya. Misalnya, kasus mobile crane di Pelindo, korupsi di Yayasan Pertamina, ataupun penjualan kondensat bagian negara yang nilai kerugiannya triliunan rupiah.
Selain itu ada juga kasus penggelapan tanah di Karawang, Jawa Barat yang melibatkan Dirut PT Adyaesta Ciptatama, Johnny Wijaya. "Saya akan mengingatkan (Komjen Anang Iskandar), pokoknya semua (kasus-kasus) lama maupun yang baru kita sidik. Ada TPPI, mobile crane, Pertamina Foundation, termasuk kasus pemalsuan dan penggelapan tanah (Dirut PT Adyaesta Ciptatama, Johnny Wijaya)," tegasnya.
Buwas menjelaskan, penanganan perkara dugaan korupsi dan pencucian uang penjualan Kondensat yang melibatkan BP Migas (SKK Migas) dan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) sudah memasuki babak akhir. Kini, berkas perkara tiga tersangka kasus itu sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.
Sementara dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan mobile crane di PT Pelindo II, polisi sudah menetapkan Ferialdy Nurlan sebagai tersangkanya. Ferialdy adalah direktur operasi dan teknik di BUMN yang dipimpin RJ Lino itu.
Sedangkan perkembangan kasus dugaan pemalsuan dan penggelapan tanah seluas 300 hektar yang terletak di Karawang, Jawa Barat, terus berjalan. Terakhir, penyidik sudah memeriksakan dokumen yang digelapkan oleh Direktur Utama PT Adyaesta Ciptatama, Johnny Wijaya ke Laboratorium Forensik Mabes Polri.
Buwas menegaskan, dirinya hanya tidak ingin menambah beban ke Komjen Anang Iskandar yang merupakan seniornya di akademi kepolisian. "Saya tidak ingin membebani Kabareskrim baru," tukasnya.(elf/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
