
Siti Aisyah
JawaPos.com - Lebih dari sepekan berada di tahanan, kondisi Siti Aisyah baik-baik saja. Warga negara Indonesia (WNI) yang diduga berkomplot dalam pembunuhan Kim Jong-nam, saudara pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, itu ditahan di Balai Polis Cyberjaya, Malaysia.
Sabtu (25/2), untuk kali pertama, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur bisa menemui Aisyah. Tidak lama. Hanya 30 menit. Momen singkat itu dimanfaatkan untuk mencocokkan data kewarganegaraan Aisyah.
Kuasa Urusan Ad Interim (KUAI) KBRI Kuala Lumpur Andreano Erwin mengungkapkan, secara fisik Aisyah terlihat sehat. Perempuan 25 tahun asal Serang itu sempat menetaskan air mata. Namun, secara umum kondisi Aisyah baik.
"Dia bisa menjawab segala sesuatu yang kami tanyakan dengan baik," kata Andreano kepada wartawan "Namun, secara emosi dan kejiwaan, kami belum tahu karena ini kan memerlukan pemeriksaan lebih detail," sambungnya.
Karena keterbatasan waktu, tes biometrik untuk memastikan keaslian paspor dan kecocokan datanya dengan Aisyah menjadi prioritas utama. Selebihnya, perwakilan KBRI dan pengacara bertanya mengenai kondisi Aisyah secara umum. Andreano menghindari pembicaraan tentang proses investigasi. Itu dikhawatirkan malah akan memberatkan Aisyah. "Pertemuan kami diawasi empat polisi. Percakapan kami pun direkam," ujarnya.
Secara fisik, kata Andreano, Aisyah yang mereka temui identik dengan Aisyah yang ada di paspor. Data biometrik Aisyah direkam untuk selanjutnya dicocokkan. Itu dilakukan untuk menentukan apakah paspor Aisyah asli. Data yang direkam langsung dikirim ke Jakarta untuk diverifikasi dan dicocokkan dengan data yang dimiliki imigrasi.
"Hasilnya, dari data paspor lama, paspor sekarang, dan data yang diambil tadi (kemarin, Red), ditemukan kemiripan yang sangat tinggi. Bisa dipastikan bahwa itu orang yang sama," katanya.
Aisyah juga menyampaikan pesan untuk keluarganya di Indonesia. "Untuk abah sama ibu, jaga kesehatan. Jangan sakit. Saya sehat-sehat saja di sini," tutur Andreano menirukan Aisyah.
Pihak KBRI bertanya kepada Aisyah, apakah mau bertemu dan didampingi keluarga selama proses berlangsung. Keluarga memang punya hak untuk bertemu dengan Aisyah. "Dia (Aisyah) mengatakan sebaiknya tidak," kata Andreano.
Aisyah tidak ingin keluarganya terbebani masalah tersebut. "Siti hanya berpesan bahwa bapak ibunya diharapkan bisa tetap tenang dan jaga kesehatan." (and/c10/ca)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
