Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Desember 2016 | 16.02 WIB

Prostitusi Jagat Maya, yang Termahal: Selebriti, Pramugari, Model dan “Ayam Kampus”

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI

JawaPos.com - Prostitusi memang tidak lagi memakai wajah lawasnya dalam wujud lokalisasi-lokalisasi terpusat. Melalui media online, pelacuran itu dengan mudah menelusup ke ruang-ruang privat warga. Kemarin (20/12) Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim menggulung pelacuran jagat maya itu.



Lewat chatting, muncikari dan orang yang dipekerjakan adalah mahasiswa. ''Ayam kampus''.



Tim cyberpatrol mengungkap jaringan prostitusi online tersebut pada 18 Desember. Dua tersangka yang diamankan adalah AP dan UY. Cukup sulit mendeteksi mereka. Sebab, modus yang dijalankan menggunakan aplikasi chatting. Lewat percakapan pribadi. ''Sebelumnya kami banyak ungkap yang melalui media sosial. Itu lebih gampang,'' ujar Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera.



Untuk masuk ke jaringan itu, terdapat kode-kode khusus. Para mucikari tidak akan dengan mudah percaya terhadap pelanggan baru. ''Mereka memang cukup protektif. Harus benar-benar tahu kode yang mereka gunakan,'' tutur Barung.



AP yang masih berstatus mahasiswa di Surabaya kebagian mencari ''ayam-ayam'' itu. Mencarinya pun dengan cara sembunyi-sembunyi. AP cukup selektif dalam memilih calon ''ayam kampus''. ''Semuanya adalah teman-teman dekat sesama mahasiswa,'' kata Barung.



Untuk menambah nilai jual, mereka biasanya diembel-embeli profesi lain. Misalnya, dancer atau sales promotion girl (SPG). Malah ada yang baru lulus SMA. ''Dengan status dan identitas, mereka punya nilai jual. Yang paling mahal adalah seleb, pramugari, model, dan 'ayam kampus','' ungkap Barung. Untuk menaikkan status tersebut, para PSK itu kerap mencari-cari status. Misalnya, sengaja kuliah di kampus sepanjang mereka bisa mendapatkan status mahasiswi.



Dengan beraksi di jagat online, cakupan praktik itu menjadi sangat luas. Bukan hanya Surabaya, tetapi juga melayani Sidoarjo, Pasuruan, hingga Malang. Tarifnya cukup tinggi. Lebih tinggi jika lokasi booking berada di luar kota.



Menurut barang bukti berupa chatting yang dilakukan UY dengan salah seorang pembeli, sekali kencan dibanderol Rp 2 juta-Rp 3 juta. Harga itu sudah termasuk menemani kencan, minum, dan hubungan seks. ''Menurut mereka, pelanggannya juga dari berbagai kalangan. Tapi masih belum bisa kami pastikan,'' lanjut pria asal Kalimantan Timur tersebut.



Pembayaran juga lebih mudah. Bisa cash atau transfer bank. Yang jelas harus ada uang muka. Biasanya sekitar Rp 300 ribu-Rp 500 ribu.



Dua tersangka tersebut ternyata beraksi sejak dua tahun terakhir. Cukup lama untuk menjerat banyak lelaki nakal dan perempuan penjaja seks. Karena itu, polisi akan terus mengembangkan perkara tersebut. Tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru. ''Kalau ada perkembangan akan kami sampaikan,'' jelasnya.



Klien utama mereka adalah generasi yang masih melek teknologi. Menurut Yuyung, remaja dan para pekerja kantor masih menjadi target utama. Terutama mereka yang sering masuk ke tempat-tempat hiburan. ''Karena mereka ini mayoritas sudah paham dengan kode-kode yang digunakan,'' paparnya.



Namun, Yuyung mengingatkan bahwa tidak semua yang ditawarkan itu benar. Banyak juga yang berniat menipu. Biasanya orang-orang yang mengirimkan gambar stagnan. Modusnya meminta uang muka. Ketika sudah dibayar, dia langsung menghilang. ''Biasanya yang di-share foto-fotonya tetap,'' paparnya. (aji/c15/dos)



 

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore