Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Februari 2017 | 16.22 WIB

Siti Aisyah Sering Diteriakin Orang Gila

Ibu dari Siti Aisyah, Benah (kiri) menujukkan foto Siti Aisyah di rumahnya, Kp. Ranca Sumur, Pabuaran, Serang (Jumat (17/2/2017) - Image

Ibu dari Siti Aisyah, Benah (kiri) menujukkan foto Siti Aisyah di rumahnya, Kp. Ranca Sumur, Pabuaran, Serang (Jumat (17/2/2017)


JawaPos.com - Mala, 25, kakak ipar Siti Aisyah, mengatakan bahwa tersangka pembunuhan Kim Jong-nam di Malaysia itu adalah dia perempuan baik. Menurut Mala, Aisyah sebenarnya menetap di Batam untuk berjualan pakaian. Namun, dia juga punya pekerjaan sampingan sebagai talent acara televisi prank (semacam acara menjahili orang). Orang yang mempekerjakan dia diceritakan sebagai orang Jepang.



"Dia sering curhat ke saya. Dalam syuting acara itu, dia harus megang pipi orang, terus berlalu gitu aja. Dandanannya juga kayak orang gila. Makanya sering diteriakin orang gila," ujarnya.



Anehnya, Aisyah sampai saat ini belum pernah menunjukkan video rekaman programnya itu kepada anggota keluarganya. Dia menceritakan, sang produser asal Jepang tak mau menunjukkan video hasil rekaman program prank ke Aisyah. 



"Kalau bayarannya, saya juga tidak tahu. Pokoknya tahu kalau dia memang kerja itu dan cerita kalau mau ke Malaysia untuk syuting acara seperti itu lagi," jelasnya.



Program televisi prank juga menjadi alasan Doan Thi Huong ketika diperiksa Polisi Diraja Malaysia. Dia bersama Aisyah mengaku disuruh empat pria untuk menyiramkan cairan ke wajah Jong-nam. Ternyata si­raman itu berujung kematian sang kakak Kim Jong-un. 



Mala juga menegaskan, Aisyah tak pernah menceritakan pasangan barunya. Dia percaya Aisyah memang masih berstatus janda tanpa ada suami baru. 



Jawa Pos juga menemui Orang tua Aisyah di Kampung Ranca Sumur, Pabuaran, Ciomas, Serang, Banten, sangat shock atas kasus yang membelit anaknya.  Orang tua Aisyah, Asria, 56, dan Benah, 50, masih belum percaya anak bungsunya tersebut terlibat kasus pembunuhan sebesar itu. 



"Pokoknya, saya minta pemerintah selametin anak saya. Dia itu korban, bukan penjahat," ujar Benah. 



Saat malam berlanjut, perwakilan Kementerian Luar Negeri Rahmat Indiarta pun datang ke rumah. Namun, dia cuma berkomentar sedikit. "Ya, sudah sesuai prosedur kalau ada WNI yang mengalami masalah di luar negeri, kami tentu berbicara dengan keluarga," ungkapnya. 



Sementara itu, Kabaghumas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Agung Sampurno mengungkapkan, Aisyah sering bepergian ke luar negeri. Itu didapati dari paspor atas nama Siti Aisyah yang telah diserahkan Polisi Diraja Malaysia ke atase imigrasi KBRI Kuala Lumpur kemarin (17/2). Otoritas keamanan yang menangani kasus itu ingin memastikan keaslian paspor tersebut dengan meminta bantuan pemerintah Indonesia. "Setelah salat Jumat (waktu Malaysia), polisi Malaysia datang ke KBRI KL untuk validasi paspor," ujarnya. 




Agung membeberkan, dari fisik paspor yang dilaporkan atase imigrasi KBRI KL, Aisyah aktif melakukan perjalanan ke luar negeri sejak 2014. Hal itu diketahui dari stempel di paspor Aisyah. "Jika benar (paspor) itu asli, Siti Aisyah aktif traveling dan selalu menggunakan jalur Batam," terang mantan kepala Kantor Imigrasi Bengkalis, Riau, tersebut.  (byu/bay/bil/ang) 


Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore