Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Juli 2017 | 19.52 WIB

Polri: Banyak Keunggulan Telegram Dimanfaatkan Jaringan Teroris

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com -  Pemerintah melalui Kemenkominfo telah memutuskan untuk memblokir aplikasi pesan singkat Telegram. Salah satu alasan mengapa telegram diblokir karena dianggap sebagai sarana komunikasi yang dipakai kelompok teroris.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerangkan, aplikasi telegram memang jadi favorit kelompok teroris berkomunikasi. Pasalnya aplikasi ini dinilai sulit disusupi pihak kepolisian.

Bahkan Tito menyebut teroris masif menggunakannya. "Cukup masif (digunakan kelompok teroris). Karna selama ini fitur Telegram banyak keunggulan. Diantaranya mampu buat sampe 10 ribu member dan dienkripsi. Artinya sulit dideteksi," kata dia di Monasi, Jakarta Pusat, Minggu (16/7).

Jenderal bintang empat ini mencontohkan, ada beberapa jaringan teroris yang menggunakan Telegram dalam berkomunikasi, satu di antaranya kelompok teroris yang meledakkan bom di Thamrin pada awal 2016 lalu.

"Ini jadi problem dan jadi tempat saluran komunikasi paling favorit oleh kelompok teroris. Kasus-kasus yang terjadi selama ini, mulai dari bom Thamrin sampe bom Kampung Melayu, terakhir teror di Masjid Falatehan, di Bandung, ternyara komunikasi yang mereka gunakan semuanya menggunakan telegram," papar dia.

Dari situ, polisi telah memberikan masukan kepada Kemenerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). Tertama untuk menyarankan penutupan Telegram. "Dari polisi meminta kepada Kemenkominfo bagaimana atasi ini. Sekarang salah satunya adalah ditutup," ungkap dia. (elf/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore