
SEMASA HIDUP: Prajurit Paskhas TNI AU Praka Yudha Prihantoro.
JawaPos.com - Kasus tewasnya Praka Yudha Prihantoro, personel Bataliyon Komando (Yonko) 464 Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU, Malang masih menyisakan tanda tanya. Polisi Militer TNI AU (POMAU) masih bekerja untuk melakukan pemeriksaan untuk mencari tahu motif dari kejadian tersebut.
Komandan Satuan Polisi Militer Angkata Udara (Dansatpomau) Lanud Abd Saleh, Letkol POM Koonst Donnel S, masih belum bisa dimintai keterangan.
Sementara itu, berdasar informasi yang diperoleh Malang Post (Jawa Pos Group), tubuh memar yang terdapat di Praka Yudha Prihantoro itu akibat pukulan. Pukulan itu bagian dari kegian "Kerok Setan". “Istilah ini untuk pembinaan bagi anggota atau prajurit yang melakukan pelanggaran atau kesalahan,” ujar sumber tersebut yang enggan dituliskan namanya.
Bagi orang awam atau warga umum, sambungnya, istilah ini memang asing. Tetapi bagi keluarga Komanda Paskhas, kerok setan sudah menjadi hal yang wajar dalam pembinaan.
Anggota atau prajurit yang bersalah, akan menjalani pembinaan Kerok Setan. Tubuh prajurit tersebut dipukul dengan menggunakan selang air berkali-kali.
“Meskipun dipukul sampai memar, namun Kerok Setan tidak sampai menghilangkan nyawa orang. Dinamakan Kerok Setan, karena luka memar seperti orang kerokan,” tutur sumber tadi.
Dikatakan sumber lain, tidak semua prajurit yang bersalah atau melanggar mendapat pembinaan Kerok Setan. Tergantung dengan tingkat kesalahan yang diperbuat. Kalau salahnya tidak berat, mungkin hanya hukuman push up saja. “Kerok Setan biasanya diberlakukan saat pendidikan komando,” ucapnya.
Sementara saat dikonfirmasi ke salah satu perwira, istilah Kerok Setan memang ada. Dia mengatakan, bahwa Kerok Setan, merupakan pembinaan kepada prajurit yang melanggar dan bersalah.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya Praka Yudha ditemukan tewas bersimbah darah di barak yang diberi nama Kesatrian. Tepatnya di di Markas Yonko 464 Pasukan Khas (Paskhas) di Komplek Lanud Abd Saleh, Pakis, Malang, Kamis (11/5).
Jasadnya Kamis siang itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Dr Muh Munir Lanud Abd Saleh. Namun nyawanya tak tertolong karena pendarahan yang begitu banyak di lehernya. Sehingga akhirnya Praka Yudha dinyatakan meninggal dan dipulangkan ke kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah. (agp/han/iil/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
