Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 April 2017 | 17.39 WIB

Penyiram Air Keras Novel Baswedan Pengalihan Isu?

Novel Baswedan - Image

Novel Baswedan

Penyiram Novel Baswedan Pengalihan Isu? 


JawaPos.com - Penyiraman air keras kepada Penyidik KPK Novel Baswedan belum bisa dikaitkan dengan kasus megakorupsi e-KTP. Begitu pula dengan kasus-kasus korupsi lainnya yang pernah ditangani sepupu dari calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu .


"Bagaimana pun masih terbuka berbagai kemungkinan. Balas dendam dari para tersangka, terdakwa atau terpidana kasus korupsi di KPK hanya satu kemungkinan," ujar Anggota Komisi III DPR Arsul Sani melalui pesan singkat, Selasa (11/4).


Kata dia, masih ada kemungkinan lain. Yakni, adanya pihak ketiga yang sengaja ingin menciptakan kekisruhan baru di masyarakat dengan mengambil Novel Baswedan sebagai sasarannya. "Bahkan bisa jadi ini upaya pengalihan atensi dan berita atas isu-isu lain yang lagi jadi trending topic," pungkas sekretaris jenderal PPP itu.


Sebelumnya, penyidik senior KPK Novel Baswedan kembali diteror. Wajahnya disiram air keras oleh seseorang setelah salat subuh berjamaah di masjid sekitar rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Novel pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading untuk mendapatkan penanganan oleh warga yang berada di lokasi.


Teror terhadap Novel bukan baru kali pertama terjadi. Tahun lalu, Novel ditabrak mobil ketika sedang mengendarai sepeda motor menuju kantornya di Kuningan, Jakarta Selatan. Novel juga dipidanakan atas meninggalnya tahanan, ketika ia menjadi penyidik di Bengkulu, yang telah terjadi pada 2004. 


Semua teror itu datang setelah Novel memimpin penyidikan berbagai kasus besar, di antaranya kasus korupsi simulator SIM di Kepolisian. Terpidana kasus ini adalah Inspektur Jenderal Djoko Susilo. Sementara saat ini, Novel sedang menyidik perkara megakorupsi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP. 



Adapun kasus megakorupsi proyek pengadaan e-KTP enyeret sejumlah nama pejabat publik hingga politikus Senayan. Bahkan ketua umum Partai Golkar sekaligus ketua DPR Setya Novanto. (dna/JPG)


Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore