
Ilustrasi
JawaPos.com - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid meminta agar tidak ada hukuman mati terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan penyerangan di Yigi, Nduga, Papua. Semuanya harus diadili melalui jalur pengadilan.
"Semua yang terlibat harus dibawa ke pengadilan lewat proses yang adil, tanpa harus berujung pada hukuman mati," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (5/12).
Menurutnya, respons aparat keamanan terhadap pembunuhan puluhan pekerja yang sedang membangun jembatan di Yigi, Nduga, Papua tersebut tidak boleh mengarah pada pelanggaran hak asasi manusia lebih lanjut. Sebab, selama ini aparat keamanan dinilai memiliki banyak rekam jejak yang tidak sesuai dengan prinsip penegakan HAM dalam melakukan operasi keamanan.
"Tragedi mengerikan di Nduga ini tidak boleh dijadikan alasan bagi mereka untuk kembali bertindak demikian," tuturnya.
Usman mengatakan, serangan berdarah di Nduga juga tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk membungkam kebebasan dan melanggar HAM. Pihak berwenang juga harus memastikan bahwa polisi dan militer memberikan keamanan bagi semua orang, tanpa diskriminasi, setelah serangan di Papua.
Amnesty International sadar akan kondisi lapangan yang kompleks. Aparat penegak hukum sering berada di situasi berbahaya ketika melaksanakan tugas mereka di wilayah Papua. Namun dia berpendapat, aparat penegak hukum tetap harus memastikan penghormatan penuh terhadap hukum HAM internasional.
"Termasuk perlindungan terhadap hak untuk hidup, kebebasan, keamanan, dan harus mengikuti standar internasional tentang penggunaan kekuatan di setiap saat," sebutnya.
Lebih lanjut dia menuturkan, kegagalan untuk menghormati HAM akan berkontribusi pada siklus permusuhan dan kekerasan yang semakin meningkat dengan risiko lebih banyak nyawa yang hilang maupun dalam bahaya, termasuk risiko bagi aparat penegak hukum.
Sementara itu, pihaknya juga mendesak otoritas Indonesia untuk tidak gegabah membuat kebijakan berupa pendekatan militer dalam merespons kejadian di Nduga demi mencegah jatuhnya lebih banyak korban dari warga sipil.
"Indonesia semestinya merujuk pada kebijakan menghadapi situasi serupa di Aceh, dengan mengedepankan jalan nonmiliter, yang terbukti mengakhiri konflik bersenjata dan mencegah jatuhnya banyak korban sipil," tukas Usman.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
