Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 September 2017 | 22.35 WIB

PDIP Geram Gara-gara Isu Rohingnya Dipolitasi

Gedung DPP PDI-Perjuangan. - Image

Gedung DPP PDI-Perjuangan.

JawaPos.com - Adanya konflik pembantaian etnis Rohingnya dinilai telah dipolitisasi, sehingga menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu yang dikemukakan oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.


Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira mengatakan, tentu yang dikatakan oleh Kapolri mempunyai data-data yang falid. Oleh sebab itu, dia mengeluhkan adanya isu tersebut malah menyerang Presiden Jokowi.


"Karena isu Rohingya untuk tujuan membuat keruh situasi dalam negeri," ujar Andrea saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9).


Anggota Komisi I DPR ini berharap, oknum-oknum yang menyerang Presiden Jokowi dengan adanya isu Rohingya untuk tidak melakukan tindakannya lagi. Pasalnya saat ini pemerintah telah berbuat maksimal untuk menghentikan pembantaian yang diduga dilakukan oleh militer Myanmar terhadap etnis Rohingya.


"Pemerintah sudah melakukan langkah-langkah diplomasi yang tepat dengan mengirimkan Menlu Indonesia berbicara langsung dengan pemimpin Myanmar, menawarkan konsep jangan pendek dan jangka panjang," katanya.


"Juga merayu para Dubes ASEAN dan dubes negara lainnya untuk bergotong royong membantu penyelesaian masalah Rohingya," tambahnya.


Oleh sebab itu, langkah-langkah seperti ini seharunya didukung oleh masyarakat. Bukan malah ada oknum yang mencari kesempatan untuk menyerang Jokowi. "Ini langkah pemerintah perlu dikawal dan didukung, sehingga menghasilkan hasil positif untuk penyelesaian masalah Rohingya," pungkasnya.


Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menganggap, isu konflik Rohingya di Myanmar ramai di Indonesia bukan lagi karena mengangkat sisi kemanusiaan. Ia menilai, isu tersebut diolah sedemikian rupa oleh kelompok tertentu sehingga berbelok menyerang pemerintahan Jokowi.


Tito mengacu pada perangkat lunak analisis opini di platform media twitter. Dari analisis tersebut, sebagian besar pembahasan mengenai Rohingya yang berkembang, dikaitkan dengan Presiden Jokowi dan pemerintahannya.



Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore