
Gedung DPP PDI-Perjuangan.
JawaPos.com - Adanya konflik pembantaian etnis Rohingnya dinilai telah dipolitisasi, sehingga menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu yang dikemukakan oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira mengatakan, tentu yang dikatakan oleh Kapolri mempunyai data-data yang falid. Oleh sebab itu, dia mengeluhkan adanya isu tersebut malah menyerang Presiden Jokowi.
"Karena isu Rohingya untuk tujuan membuat keruh situasi dalam negeri," ujar Andrea saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9).
Anggota Komisi I DPR ini berharap, oknum-oknum yang menyerang Presiden Jokowi dengan adanya isu Rohingya untuk tidak melakukan tindakannya lagi. Pasalnya saat ini pemerintah telah berbuat maksimal untuk menghentikan pembantaian yang diduga dilakukan oleh militer Myanmar terhadap etnis Rohingya.
"Pemerintah sudah melakukan langkah-langkah diplomasi yang tepat dengan mengirimkan Menlu Indonesia berbicara langsung dengan pemimpin Myanmar, menawarkan konsep jangan pendek dan jangka panjang," katanya.
"Juga merayu para Dubes ASEAN dan dubes negara lainnya untuk bergotong royong membantu penyelesaian masalah Rohingya," tambahnya.
Oleh sebab itu, langkah-langkah seperti ini seharunya didukung oleh masyarakat. Bukan malah ada oknum yang mencari kesempatan untuk menyerang Jokowi. "Ini langkah pemerintah perlu dikawal dan didukung, sehingga menghasilkan hasil positif untuk penyelesaian masalah Rohingya," pungkasnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menganggap, isu konflik Rohingya di Myanmar ramai di Indonesia bukan lagi karena mengangkat sisi kemanusiaan. Ia menilai, isu tersebut diolah sedemikian rupa oleh kelompok tertentu sehingga berbelok menyerang pemerintahan Jokowi.
Tito mengacu pada perangkat lunak analisis opini di platform media twitter. Dari analisis tersebut, sebagian besar pembahasan mengenai Rohingya yang berkembang, dikaitkan dengan Presiden Jokowi dan pemerintahannya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
