
Ilustrasi penembakan
JawaPos.com - Kasus penembakan oleh Briptu AR, oknum personel Brimob yang menewaskan Fernando Alan Joshua Wowor, kader Partai Gerindra di salah satu tempat hiburan malam, Kota Bogor, Sabtu (20/1) malam, bakal berdampak luas. Selain mengancam karirnya sebagai anggota Polri, juga membaut kepercayaan publik terhadap calon kepala daerah yang berasal dari perwira polisi jadi turun drastis.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mendesak institusi Polri harus segera memecat 'Brimob koboi' karena sudah mencoreng citra Polri dan Korps Brimob.
"Tindakan Brimob koboi itu bisa mengganggu kepercayaan publik maupun elektabilitas 10 anggota Polri yang akan mengikuti Pilkada Serentak 2018. Terlebih dalam pilkada itu juga ada mantan Dankorp Brimob ikut mencalonkan diri di Maluku," kata Neta dalam keterangannya kepada JawaPos.com, Jakarta, Senin (22/1).
Neta menilai Polri harus mengusut tuntas kasus Brimob koboi di Bogor. Oknum Brimob tersebut harus dihukum berat dan dipecat dari kepolisian. "Jelas latar belakangnya adalah sikap arogansi aparatur keamanan," papar Neta.
Neta pun mempertanyakan tiga hal di balik kasus penembakan ini. Pertama, dari mana anggota Brimob tersebut mendapat senjata api. Sebab senjata api yang digunakan itu bukan senjata organik Korps Brimob
"Kedua, dari mana anggota Brimob itu bisa mendapatkan motor gede (moge), sehingga dia bisa bersikap begitu arogan dan semena-mena dengan anggota masyarakat," ungkapnya.
Ketiga, kasus penembakan itu menunjukkan betapa lemahnya pengawasan terhadap anggota Korps Brimob oleh atasan dan institusinya, sehingga seorang anggotanya bisa bebas bergentayangan pada malam hari dengan membawa senjata api.
"Sikap semau gue anggota Brimob itu menunjukkan bahwa ada masalah serius di lembaga elit kepolisian. Antara lain bahwa atasannya tidak punya wibawa dan tidak mampu mengawasi sikap perilaku anak buahnya," kata Neta.
Dampak umum dari kasus penembakan itu tentu sangat mencoreng Korps Brimob. Bagaimana pun kasus itu akan membuat masyarakat takut jika bertemu dan berurusan dengan anggota Brimob. "Polri harus mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas atasannya yang ceroboh mengawasi anak buahnya," pungkas Neta.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
