Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Januari 2018 | 18.10 WIB

Kasus Brimob Koboi Gerus Elektabilitas Cakada dari Polri

Ilustrasi penembakan - Image

Ilustrasi penembakan

JawaPos.com - Kasus penembakan oleh Briptu AR, oknum personel Brimob yang menewaskan Fernando Alan Joshua Wowor, kader Partai Gerindra di salah satu tempat hiburan malam, Kota Bogor, Sabtu (20/1) malam, bakal berdampak luas. Selain mengancam karirnya sebagai anggota Polri, juga membaut kepercayaan publik terhadap calon kepala daerah yang berasal dari perwira polisi jadi turun drastis.


Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mendesak institusi Polri harus segera memecat 'Brimob koboi' karena sudah mencoreng citra Polri dan Korps Brimob.


"Tindakan Brimob koboi itu bisa mengganggu kepercayaan publik maupun elektabilitas 10 anggota Polri yang akan mengikuti Pilkada Serentak 2018. Terlebih dalam pilkada itu juga ada mantan Dankorp Brimob ikut mencalonkan diri di Maluku," kata Neta dalam keterangannya kepada JawaPos.com, Jakarta, Senin (22/1).


Neta menilai Polri harus mengusut tuntas kasus Brimob koboi di Bogor. Oknum Brimob tersebut harus dihukum berat dan dipecat dari kepolisian. "Jelas latar belakangnya adalah sikap arogansi aparatur keamanan," papar Neta.


Neta pun mempertanyakan tiga hal di balik kasus penembakan ini. Pertama, dari mana anggota Brimob tersebut mendapat senjata api. Sebab senjata api yang digunakan itu bukan senjata organik Korps Brimob


"Kedua, dari mana anggota Brimob itu bisa mendapatkan motor gede (moge), sehingga dia bisa bersikap begitu arogan dan semena-mena dengan anggota masyarakat," ungkapnya.


Ketiga, kasus penembakan itu menunjukkan betapa lemahnya pengawasan terhadap anggota Korps Brimob oleh atasan dan institusinya, sehingga seorang anggotanya bisa bebas bergentayangan pada malam hari dengan membawa senjata api.


"Sikap semau gue anggota Brimob itu menunjukkan bahwa ada masalah serius di lembaga elit kepolisian. Antara lain bahwa atasannya tidak punya wibawa dan tidak mampu mengawasi sikap perilaku anak buahnya," kata Neta.


Dampak umum dari kasus penembakan itu tentu sangat mencoreng Korps Brimob. Bagaimana pun kasus itu akan membuat masyarakat takut jika bertemu dan berurusan dengan anggota Brimob. "Polri harus mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas atasannya yang ceroboh mengawasi anak buahnya," pungkas Neta.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore