
Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar (Tengah) memimpin konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Ramadhan 1446 Hijriyah atau 2025, di kantor Kemenag, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2025). (Dery Ridwnasah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengenalkan gagasan ekoteologi berbasis Asmaul Husna. Gagasan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Majelis Hukama Muslimin serta qari dan dai Al Azhar Kairo di kantornya kemarin (3/3).
"Selama ini, teologi kita cenderung terlalu maskulin," katanya. Ke depan, Kemenag ingin mengembangkan teologi yang lebih lembut dan berbasis pada Asmaul Husna atau nama-nama mulia Allah.
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu mengatakan, 80 persen nama-nama Allah dalam Asmaul Husna bernuansa feminin. Misalnya Ar-Rahman disebut 57 kali dan Ar-Rahim 114 kali. Untuk itu Kemenag harus mengembangkan teologi yang lebih feminin. Sehingga ketika dikaitkan dengan ekologi atau lingkungan, bisa mencegah percepatan dampak perubahan iklim. "Perubahan iklim menyebabkan satu juta kematian per tahun," ungkap Nasaruddin.
Di depan para dai, Nasaruddin juga mengungkapkan perlunya reformasi metode dakwah. Tujuannya, agar lebih relevan dengan perkembangan zaman. "Kita terlalu deduktif dan kualitatif, padahal dunia saat ini sangat kuantitatif dan induktif," katanya. Selain itu dai juga perlu mendakwahkan Islam dengan pendekatan berbasis data dan penelitian.
Sebagai langkah konkret, Kemenag mengundang Mesir untuk mengirimkan seribu dosen bahasa Arab ke Indonesia. Misinya untuk mengajarkan bahasa Arab dan Islam di pesantren-pesantren. Kemenag memilih Mesir karena memiliki pendekatan keislaman yang moderat. (wan/bas)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
